Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

REKAYASA LALU LINTAS JOGJA: Jembatan Kewek Ditutup, Jembatan Kleringan Jadi Dua Arah. Simak Jalur Alternatif dan Antisipasi Macet

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 20:19 WIB
Photo
Photo

RADAR MALIOBORO — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menerapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sekitar Jembatan Kewek sejak Rabu (10/12/2025). Kebijakan drastis ini diambil menyusul hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi Jembatan Kewek melemah drastis dengan sisa kekuatan struktural hanya 20-30 persen, bahkan terjadi patahan, pergeseran 3 cm, dan penurunan konstruksi 10 cm.

Fokus utama MRLL ini adalah menjaga keselamatan pengguna jalan dengan mengalihkan seluruh kendaraan, terutama kendaraan besar, dari Jembatan Kewek ke Jembatan Kleringan.

Untuk menampung volume kendaraan yang dialihkan, Pemkot Yogyakarta mengambil langkah cepat dengan menjadikan Jembatan Kleringan resmi dua arah. Kepala Dishub Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menegaskan bahwa perubahan pola lalu lintas ini merupakan langkah mendesak.

“Ini langkah yang harus kita lakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat, khususnya yang melewati Jembatan Kewek,” ujar Agus Arif.

Pemkot telah menyiapkan serangkaian antisipasi untuk meminimalkan kemacetan yang diprediksi akan terjadi, terutama dalam 1-2 hari pertama penerapan:

Seluruh kendaraan besar (kendaraan berat) dari Kotabaru, Margo Utomo, dan Jalan Mataram dialihkan total ke Jembatan Kleringan.

Lapangan Kridosono disiapkan sebagai kantong parkir tambahan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan kepadatan lalu lintas.

Akses menuju Malioboro hanya dapat dilalui melalui Jalan Mataram dan Jalan Abu Bakar Ali. Arus dari Mataram bisa langsung belok kiri ke Malioboro.

Dipasang portal di Kridosono untuk mencegah kendaraan besar masuk, serta pengaturan lalu lintas ketat di depan Gramedia.

Dishub memprediksi titik kepadatan baru akan muncul di Simpang Kridosono, Gramedia, dan koridor Sudirman-Galeria.

Sementara rekayasa lalu lintas adalah solusi jangka pendek, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memastikan bahwa Pemkot telah menyiapkan solusi jangka panjang yang terencana. Keputusan untuk rekayasa lalu lintas ini bahkan telah mendapat arahan dari Gubernur DIY.

"Ya sudah seperti skenario yang direncanakan semula dan sudah kita presentasikan juga di depan Ngarsa Dalem. Sudah mendapatkan arahan dari Pak Gubernur untuk kemudian ditutup secara parsial," kata Hasto Wardoyo.

Rencana jangka panjangnya adalah pembongkaran total dan pembangunan kembali Jembatan Kewek pada tahun 2026. Proyek ini akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan estimasi sekitar Rp 19 miliar. Mengingat posisinya yang berada di kawasan sumbu filosofi, elemen sejarah jembatan akan didokumentasikan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjamin keselamatan, tetapi juga memastikan mobilitas kota vital di Yogyakarta tetap dapat berjalan lancar.

(Alena Mutiara)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jembatan kewek #rekayasa lalu lintas #Jembatan Kleringan #kota yogyakarta