RADAR MALIOBORO - Mengejar target penguatan antikorupsi, Pemerintah Kota Jogja kini secara agresif berupaya mendongkrak skor Monitoring Centre for Prevention (MCP).
Capaian sementara MCP Pemerintah Kota Jogja sudah menyentuh angka 82.
Pemkot Jogja kini menempati peringkat kedua di DIY dalam skor Monitoring Centre for Prevention (MCP).
Peringkat ini menjadi tolok ukur penting karena MCP merupakan sistem resmi KPK untuk menilai dan memantau keseriusan Pemda dalam mencegah praktik korupsi.
"Kita hanya beda 0,5 poin dari Bantul," ungkap Inspektur Kota Jogja, Fitri Paulina, Senin (8/12/2025).
Ia mengonfirmasi capaian sementara MCP Kota Jogja berada di angka 82, menempel ketat pemuncak klasemen, dan meninggalkan Sleman di posisi ketiga dengan perolehan nilai 79.
Fitri Paulina menegaskan bahwa skor ini akan terus berubah.
"Karena masih proses, belum final. Nilainya bergerak tiap minggu," imbuhnya.
Dengan delapan pilar utama pencegahan korupsi, Pemkot Jogja memastikan semua sektor telah dipenuhi.
Kedelapan area evaluasi MCP, mulai dari perencanaan anggaran, PBJ, penguatan APIP, pengelolaan SDM, pendapatan daerah, manajemen aset, pelayanan publik, hingga tata kelola itu berhasil dilampaui Pemkot Jogja.
Upaya ini dinilai sukses dongkrak skor Jogja hingga melewati batas penilaian 78 poin.
Inspektur Inspektorat Kota Jogja Fitri Paulina menambahkan, kunci keberhasilan antikorupsi Pemerintah Kota Jogja akan diuji lebih lanjut melalui Survei Penilaian Integritas (SPI).
Hasil akhir yang dinantikan ini akan diumumkan bertepatan dengan Puncak Perayaan Hakordia di DIY.
"Nanti hasil akhirnya kita lihat di SPI. Informasinya akan disampaikan pada Puncak Hakordia besok pagi di Kepatihan,” ujarnya.
Dengan penguatan Monitoring Center for Prevention (MCP) sebagai fondasi utama, Pemkot Jogja sangat berharap penilaian akhir ini akan mendongkrak signifikan indeks antikorupsi daerah. (Muhammad Aryo Witjaksono)
Editor : Meitika Candra Lantiva