Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Program IAS Terampil Batch 2 Buka Peluang Kerja di Sektor Aviasi

Magang Radar Malioboro • Kamis, 18 Desember 2025 | 02:20 WIB

 

PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS), subholding dari InJourney, menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalu
PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS), subholding dari InJourney, menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalu

PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS), subholding dari InJourney, menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Program IAS Terampil Batch 2 di Yogyakarta. Program ini merupakan kelanjutan dari IAS Terampil Batch 1 yang sebelumnya sukses digelar di Batam.

 

Pada Batch 2 ini, pelatihan difokuskan pada Basic Facility Care, yang mencakup pemahaman menyeluruh mengenai perawatan fasilitas, penerapan standar operasional prosedur (SOP), aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta prinsip pemeliharaan fasilitas yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

 

Direktur Human Capital IAS, Israwadi, menyampaikan bahwa kesinambungan Program IAS Terampil mencerminkan investasi jangka panjang perusahaan dalam pengembangan kapabilitas SDM.

“Keberhasilan IAS Terampil Batch 1 di Batam menjadi landasan kami untuk melanjutkan dan memperluas program ini. Melalui Batch 2 di Yogyakarta, kami berupaya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap standar layanan dan budaya keselamatan di lingkungan kebandarudaraan,” ujar Israwadi di Hotel Novotel, Senin (15/11/2025).

 

Ia menjelaskan, peserta IAS Terampil Batch 2 berjumlah 30 orang yang berasal dari masyarakat sekitar bandara. Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor aviasi nasional, sejalan dengan dukungan terhadap program pemerintah.

 

Selama pelatihan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan terstruktur yang meliputi pemaparan materi mendalam, diskusi interaktif, studi kasus berbasis praktik terbaik, serta sesi praktik lapangan yang dipandu oleh instruktur dan praktisi berpengalaman.

 Baca Juga: Mahasiswa Fotografi ISI Yogyakarta Gelar Pameran Fresh Graduate di Pekan Fotografi Sewon #18

Selain pelatihan, peserta juga akan mendapatkan program sertifikasi serta kesempatan On the Job Training (OJT). Hal ini sejalan dengan upaya IAS dalam membangun SDM yang terampil, kompeten, dan memiliki standar perilaku kerja yang profesional.

 

Israwadi menuturkan, Program IAS Terampil merupakan bagian dari program CSR tahunan yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh anggota IAS Group sebagai Member of InJourney. Adapun entitas yang terlibat antara lain IAS, Angkasa Pura Support, IASS, IAS High, IAS Hospitality, IAS Property, dan Gapura.

 

IAS juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip inklusivitas dengan menjadikan kaum difabel sebagai salah satu sasaran program, sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan dan target kontribusi sosial perusahaan.

 Baca Juga: Gaslighting dan Playing Victim: Memahami Dua Taktik Manipulasi yang Sering Tertukar

Melalui penyelenggaraan IAS Terampil Batch 2, IAS berharap dapat terus mencetak tenaga kerja yang memiliki integritas, etos kerja tinggi, serta orientasi kuat pada mutu dan keselamatan layanan kebandarudaraan.

 

Sementara itu, Plt. Direktur SDM Angkasa Pura Support, Ricko Respati, menjelaskan bahwa Program IAS Terampil Batch 2 digelar selama lima hari, mencakup pelatihan teknis, sikap kerja, dan standar layanan.

 

Menurut Ricko, pelatihan diawali dengan pembekalan materi teknis intensif selama dua hingga tiga hari yang meliputi teknik facility care serta pengembangan soft skill.

 

“Di sini kami tidak hanya memberikan pembelajaran teknis, tetapi juga membekali peserta dengan soft skill yang menjadi bagian penting dalam standar layanan,” ujarnya.

 Baca Juga: Kapolsek Kotagede Sambangi Gereja, Perkuat Pengamanan Jelang Nataru

Ia menambahkan, pembekalan soft skill menjadi krusial karena IAS Group telah memiliki standar layanan hospitality sebagai turunan dari InJourney Group, sehingga seluruh lulusan diharapkan memiliki standar layanan yang terintegrasi.

 

Salah satu aspek penting dalam program ini adalah standarisasi kompetensi. Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi, dengan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

“Program ini memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi peserta,” kata Ricko.

 Baca Juga: BRI Resmi Lakukan Corporate Rebranding, Perkuat Transformasi Jadi Bank Universal

Ia menegaskan bahwa secara formal tidak ada jaminan peserta akan langsung bekerja di bandara. Namun, kepemilikan sertifikat kompetensi menjadi nilai plus yang kuat dalam proses rekrutmen.

 

“Ketika peserta telah memiliki sertifikat kompetensi facility care dan melamar di posisi terkait, tentu sudah memiliki keunggulan karena telah tersertifikasi,” jelasnya.

 

Ricko menambahkan, proses rekrutmen dilakukan secara objektif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Angkasa Pura Indonesia serta tim IAS Group. Oleh karena itu, sertifikasi BNSP menjadi modal penting bagi peserta untuk bersaing di lingkungan IAS Group maupun industri aviasi secara luas.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#yogyakarta #IAS #PT Integrasi Aviasi Solusi #InJourney Aviation Services #YIA #InJourney #bandara #hotel Novotel