RADAR MALIOBORO– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan strategis, khususnya beras, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan melalui penguatan distribusi, pengawasan harga, serta sinergi lintas kementerian dan aparat penegak hukum, seperti disampaikan dalam keterangan pers, Selasa (23/12/2025).
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menyebut peran Satgas Pengendalian Harga Beras berdampak positif terhadap stabilitas harga di sejumlah wilayah.
“Sejak ada Satgas Pengendalian Harga Beras, harga beras medium dan premium di zona 1 dan 2 sudah turun dan berada di bawah HET. Namun di zona 3, khususnya Maluku-Papua, harganya masih relatif tinggi,” ujar Maino.
Untuk wilayah timur, Bapanas bersama Kementerian Pertanian mengambil langkah konkret dengan menyalurkan beras dan menyewa gudang filial di sejumlah kabupaten di Papua guna memperkuat stok dan distribusi. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan gudang Bulog di wilayah tersebut.
Menjelang hari besar keagamaan nasional, pengamanan pasokan menjadi fokus utama agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bapanas juga menyiapkan respons cepat terhadap potensi pelanggaran harga maupun ada yang tidak sewajarnya bisa dilaporkan langsung kepada Menteri pertanian.
Selain beras, penguatan peran BUMN turut dilakukan dalam stabilisasi komoditas lain. Bapanas menyambut rencana alokasi 35 persen Minyak Kita melalui BUMN seperti Bulog dan ID Food mulai tahun depan untuk menjaga harga tetap sesuai HET.
Di sisi distribusi, program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) terus dijalankan dari daerah surplus ke wilayah defisit. Hingga saat ini, lebih dari seribu ton pangan telah disalurkan, dengan mayoritas berupa beras.
Sementara itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan lebih dari 11 ribu kali di berbagai daerah.
Melalui berbagai langkah tersebut, Bapanas memastikan pasokan pangan menjelang Nataru tetap aman dan harga terkendali sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin