Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Akses Jalan Padukuhan Wunut kembali Tersambung, Mobilitas Warga dan Wisatawan Masih Terbatas

Iwa Ikhwanudin • Senin, 5 Januari 2026 | 15:35 WIB
ilustrasi perbaikan jalan longsor di Padukuhan Wunut (AI Regenerate/gemini)
ilustrasi perbaikan jalan longsor di Padukuhan Wunut (AI Regenerate/gemini)

RADAR MALIOBORO - Kabar baik bagi warga sekitar padukuhan wunut, Kalurahan sriharjo Akses jalan utama yang sempat terputua total akibat tanah longsor kini telah kembali tersambung. Meski saat ini baru bisa dilalui secara terbatas, pembukaan jalur ini menjadi angin segar bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Meskipun perbaikan yang dilakukan masih bersifat temporer, keberadaan akses jalan ini sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.

Selama beberapa pekan terakhir, warga terpaksa memembuat jembatan alternatif dari bambu untuk mempercepat mobilitas agar tetap berjalan dengan lancar. Jembatan yang melintas di area sawah-sawah milik penduduk sekitar ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan sepeda. Kondisi ini tentu saja mengganggu produktivitas dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan berbagai keperluan ke wilayah sekitar.

Kronologi Peristiwa Longsor

Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Imogiri pada 21 November 2025. Namun, faktor cuaca bukanlah satu-satunya penyebab. Berdasarkan pengamatan teknis, lokasi ini memang memiliki kerentanan tinggi karena dua hal utama:

1. Kondisi Geologis yaitu struktur tanah di area tersebut labil dan rawan pergeseran.

2. Erosi Sungai Oyo sebab posisi jalan yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Oyo membuat fondasi jalan kerap tergerus, terutama saat debit air sungai meningkat tajam.

Tahapan Perbaikan Fokus pada Stabilisasi

Proses perbaikan saat ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kekuatan struktur bawah dan penstabilan tanah dengan Pemasangan Bronjong, Pembangunan dinding penahan tanah menggunakan anyaman kawat yang diisi batu kali di sepanjang tepi sungai untuk menahan longsor. Kemudian Penggalian dan Pengurukan Tanah bekas longsor yang jenuh air digali menggunakan alat berat, kemudian diganti dengan tanah uruk baru yang lebih padat dan stabil. Pengalian ini juga dilakukan untuk memastikan aliran air dari timur dapat langsung mengalir ke barat tanpa menggerus badan jalan.

Perbaikan yang di lakukan kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, meskipun belum disarankan untuk kendaraan roda empat. Pembatasan ini di lakukan agar perbaikan masih memerlukan waktu untuk stabil sepenuhnya. Jika di paksakan untuk lalui secara terus menerus, dikhawatirkan akan terjadi kerusakan serupa.

Pemerintah tidak hanya berhenti pada perbaikan darurat saja, saat ini sedang dilakukan koordinasi untuk menunggu kajian lebih lanjut. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi landasan perencanaan infrastruktur yang lebih kokoh, termasuk dasar pengajuan anggaran ke pemerintah pusat mengingat lokasi jalan yang berada di kawasan risiko tinggi pinggir sungai.

Keberadaan akses jalan ini memiiki peran penting untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat sekitar. Selain berfungsi sebagai jalan utama, jalan ini juga menjadi akses utama untuk wisatawan ke kawasan tersebut.

(Tiya Ermiyati)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jalan #tanah longsor #padukuhan #akses #Wunut