Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jelang Ramadan, Kemenag Percepat Pemulihan Masjid dan Layanan Keagamaan di Wilayah Banjir

Magang Radar Malioboro • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:38 WIB
Ilustrasi jelang ramadan, kemenag percepat pemulihan masjid dan layanan keagamaan di wilayah banjir. (Dilansir dari Antara News)
Ilustrasi jelang ramadan, kemenag percepat pemulihan masjid dan layanan keagamaan di wilayah banjir. (Dilansir dari Antara News)

RADAR MALIOBORO - Menjelang datangnya bulan Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah cepat untuk memulihkan fasilitas ibadah dan layanan keagamaan di sejumlah daerah yang terdampak banjir. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan layak meski berada dalam kondisi pascabencana.

Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag memfokuskan perhatian pada pemulihan layanan keagamaan sekaligus pendampingan psikososial di wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga hak dasar masyarakat, khususnya menjelang bulan suci.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur. Menurutnya, aspek spiritual masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. (Dikutip dari Antara News)

Sebagai bentuk tindak lanjut, Abu Rokhmad turun langsung ke lapangan dengan meninjau sejumlah lokasi di Aceh, seperti posko kemanusiaan, masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga madrasah di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara.

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan warga terdampak, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta para relawan guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Ia juga menegaskan bahwa pemulihan layanan keagamaan dilakukan secara kolaboratif. Kemenag menggandeng berbagai pihak, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga amil zakat (LAZ), unsur masyarakat, hingga perguruan tinggi. Kerja sama ini dinilai mampu mempercepat proses penanganan sekaligus memastikan bantuan berkelanjutan.

Beragam bentuk bantuan pun disalurkan, seperti penyediaan dapur umum, fasilitas air bersih, MCK darurat, hingga sarana penunjang ibadah.

Di Pidie Jaya, Kemenag meninjau posko Baznas yang menyediakan air bersih dan MCK darurat, serta meunasah yang terdampak banjir. Di wilayah lain, Kemenag bersama LAZ ASAR turut mendukung dapur umum yang melayani ratusan kepala keluarga, kegiatan gotong royong warga, hingga proses pembersihan masjid dengan bantuan alat berat.

Selain itu, bantuan perlengkapan ibadah seperti alat salat, Al Quran, mukena, dan sarung juga disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Pada sektor pendidikan keagamaan, Kemenag memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dalam keterbatasan.

Peninjauan dilakukan di MIN 4 Pidie Jaya yang telah direnovasi oleh LAZ. Kemenag juga memastikan ketersediaan madrasah sementara agar proses pendidikan anak-anak tidak terhenti.

“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” katanya. (Dikutip dari Antara News)

Di Kabupaten Bireuen, Kemenag turut meninjau dapur umum yang melayani puluhan hingga ratusan keluarga terdampak, penyaluran bantuan beras, serta penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Abu menilai keberadaan masjid dan madrasah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial dan pemulihan psikososial masyarakat.

Tak hanya fokus pada fisik, pembinaan keagamaan dan pendampingan psikologis juga menjadi perhatian. Sejumlah kegiatan seperti pengajian, pembagian Al Quran dan Iqra, serta trauma healing digelar dengan melibatkan relawan serta pengelola zakat dan wakaf. Untuk mendukung aktivitas ibadah, fasilitas tambahan seperti tandon air, filter air minum, dan perangkat suara turut disiapkan.

“Peran KUA menjadi perhatian khusus. Kami memastikan layanan pencatatan nikah, konsultasi keagamaan, zakat, wakaf, hingga mediasi sosial tetap berjalan. KUA adalah garda terdepan layanan keagamaan di tingkat akar rumput, terutama saat masyarakat menghadapi krisis,” kata dia. (Dikutip dari Antara News)
(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#masjid #jelang ramadan #pemulihan #kemenag #aceh #banjir aceh