RADAR MALIOBORO - Menteri Agama RI Nasarudin Umar menilai peringatan Isra Mikraj tidak hanya sekadar mengenang peristiwa Sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas spiritual, intelektual, dan sosial umat islam di tengah tantangan zaman.
“Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa historis, tetapi mengandung pesan spiritual, intelektual, dan social yang sangat relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang zaman,” ujar Menag saat mengisi tausiyah pada peringatan Isra Mikraj Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu malam. (Dikutip dari Antara News)
Dalam tausiyahnya, Menag menegaskan bahwa Isra Mikraj memiliki makna yang sangat kontekstual dengan kehidupan modern.
Peristiwa tersebut tidak hanya dipahami sebagai perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi juga sumber nilai yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menag menjelaskan, Isra Mikraj dapat dimaknai sebagai perjalanan spiritual dai masjid ke masjid. Pesan utamanya adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
“Rumah kita harus menjadi masjid, kantor kita harus menjadi masjid, dan setiap ruang aktivitas kita harus menjadi tempat sujud kepada Allah SWT,” ujar Menag. (Dikutip dari Antara News)
Ia juga mengingatkan bahwa salat merupakan Mikraj bagi orang beriman. Menurutnya, salah bukan hanya rangkaian gerakan fisik semata, melainkan sarana penghamban yang melibatkan kesadaran batin secara utuh. Salat menjadi momen di mana seorang hamba benar-benar bersujud dengan penuhh kesadaran diri.
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasarudin mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Rajab dan Syaban sebagai masa persiapan spiritual menjelang Ramadan. Kedua bulan ini disebutnya sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak tobat, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dalam keluarga.
Menutup tausiyahnya, Menag Nasarudin mengajak umat Islam untuk tidak berhenti pada praktik keagamaan yang bersifat format dan ritual semata. Ia mendorong agar keberagamaan dijalani dengan pemahaman yang lebih mendalam dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Kita harus naik kelas dalam beragama. Tidak cukup hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami maknanya dan menjadikannya energi positif dalam kehidupan,” demikian Menag. (Dikutip dari Antara News)
Peringatan Isra Mikraj tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zostafia, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertical, serta tokoh agama dan Masyarakat.
Baca Juga: Dari Tanah Air ke Negeri Ginseng, Film “Jumbo” Segera Tayang di Bioskop Korea
Acara ditutup dengan doa Bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Provinsi Kepulauan Riau, serta terwujudnya Masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
(Aribah Zalfa Nur Aini)