Tiga metode populer untuk masak tanpa minyak adalah menggunakan air fryer, oven, dan merebus atau mengukus. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Air Fryer: Solusi Praktis untuk Hasil Renyah
Air fryer bekerja dengan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi yang memasak makanan hingga matang sekaligus menciptakan lapiran luar yang renyah.
Kelebihan utama air fryer adalah kemampuan menghasilkan gorengan meski tanpa minyak atau hanya dengan sedikit semprotan minyak.
Air fryer sangat mudah digunakan, cukup atur suhu dan waktu, lalu tunggu hingga selesai. Perangkat ini juga lebih hemat energi dibanding oven besar karena ukurannya yang compact.
Namun, air fryer memiliki beberapa keterbatasan. Kapasitas keranjangnya relatif kecil, biasanya hanya cukup untuk 2-4 porsi, sehingga kurang ideal untuk memasak dalam jumlah banyak. Harga air fryer yang berkualitas cukup mahal, berkisar dari 500 ribu hingga lebih dari 2 juta rupiah tergantung merek dan kapasitas.
Oven memasak makanan dengan memancarkan panas dari elemen pemanas atas dan bawah. Kelebihan oven yaitu hasil masakannya cenderung lebih merata karena ukurannya besar dan distriusi panas yang stabil. Oven juga memungkinkan kontrol suhu yang lebih presisi untuk berbagai jenis masakan.
Di sisi lain, oven membutuhkan waktu pemanasan sekitar 10-15 menit sebelum digunakan. Total waktu memasak pun lebih lama dibanding air fryer, bisa mencapai 30-45 menit. Konsumsi listrik oven cukup besar, terutama untuk oven elektrik berukuran besar. Harga oven yang bagus juga tidak murah, mulai dari 1 juta hingga puluhan juta.
Merebus dan Mengukus: Metode Paling Sehat dan Ekonomis
Merebus adalah memasak makanan dengan merendamnya dalam air mendidih, sedangkan mengukus memasak dengan uap air panas tanpa kontak langsung dengan air. Kedua metode ini adalah cara paling klasik dan paling sehat untuk memasak tanpa minyak.
Kelebihan dari merebus dan mengukus adalah kesehatannya. Tidak ada tambahan lemak sama sekali, nutrisi dalam makanan tetap terjaga dengan baik, dan kalori yang dihasilkan paling minimal. Dari segi biaya, ini adalah metode paling ekonomis karena hanya membutuhkan panci, air, dan kompor. Tidak perlu investasi peralatan mahal.
Kekurangannya yaitu dari segi tekstur dan rasa. Makanan rebus atau kukus cenderung terasa hambar dan teksturnya lembek, kurang menarik secara visual dibanding makanan yang dipanggang atau digoreng udara.
Jangan merebus atau mengukus terlalu lama agar sayuran tidak kehilangan terlalu banyak nutrisi dan tetap renyah. Tambahkan garam atau kaldu pada air rebusan untuk menambah rasa.
Untuk kemudahan penggunaan, ketiganya relatif mudah, namun air fryer paling praktis, oven perlu sedikit pengalaman untuk mengatur suhu yang tepat, sedangkan merebus paling sederhana namun perlu dijaga agar tidak overcook.
Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa
Editor : Bahana.