RADAR MALIOBORO — Setiap negara memiliki standar kecantikan yang dibentuk oleh budaya, sejarah, dan nilai sosialnya masing-masing. Jika di Indonesia kecantikan kerap dikaitkan dengan kulit cerah, tubuh langsing, dan wajah mulus, hal berbeda justru ditemukan di Tajikistan, negara di kawasan Asia Tengah.
Di Tajikistan, khususnya di wilayah selatan seperti Kulyab, alis tebal yang menyatu atau unibrow dianggap sebagai simbol kecantikan, feminitas, dan keanggunan perempuan. Ciri ini bukan hanya dipandang sebagai penghias wajah, tetapi juga melambangkan kemurnian serta keindahan alami yang patut dibanggakan.
Unibrow dalam istilah medis dikenal sebagai synophrys merupakan bentuk alis yang tumbuh menyatu di atas pangkal hidung. Banyak perempuan Tajikistan secara alami memiliki ciri ini. Bahkan, sebagian dari mereka merawat atau mempertegas alis menggunakan ramuan herbal tradisional bernama usma, tanaman lokal yang dipercaya dapat menghitamkan dan menebalkan alis.
Meski tren kecantikan global kini mulai memengaruhi generasi muda di ibu kota Dushanbe, tradisi alis menyatu masih bertahan kuat di kota-kota kecil dan pedesaan. Di sana, perempuan dengan alis menyatu kerap dipandang lebih anggun dan beruntung.
Budaya ini menunjukkan bahwa konsep cantik tidak bersifat universal. Apa yang dianggap tidak lazim di satu tempat, justru bisa menjadi simbol keindahan di tempat lain. Tajikistan menjadi contoh nyata bahwa kecantikan sejatinya bersifat relatif dan berakar kuat pada nilai budaya masyarakatnya.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin