Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pers Harus Terus Belajar, Ketua Dewan Pers Apresiasi Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Karya Ketua SMSI DIY

Heru Pratomo • Minggu, 8 Maret 2026 | 11:43 WIB

Jafaruddin menyerahkan langsung buku Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers, kepada ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komarudin
Jafaruddin menyerahkan langsung buku Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers, kepada ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komarudin

 

RADAR MALIOBORO– Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengapresiasi buku berjudul Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers yang ditulis oleh Ketua Serikat Media Siber Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (SMSI DIY), Jafarudin.

 

Menurut Komaruddin, saat ini jarang sekali wartawan yang mau menulis buku, sehingga buku Ambang Sandyakala Jurnalisme perlu diapresiasi.

 

“Jarang wartawan menulis buku. Pasti akan saya baca,” tutur Komaruddin saat menerima langsung buku Ambang Sandya Kala Jurnalisme dari penulisnya, Jafarudin seusai acara pembukaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Hari Ulang Tahun (HUT) SMSI ke 9 di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada Jumat – Sabtu, 6-7 Maret 2026.

Komaruddin mendorong komunitas pers untuk tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga membangun kualitas dan budaya belajar.

 

“Bangun komunitas yang bukan hanya working community, tetapi learning community. Pers harus terus belajar sekaligus mengawal agenda besar bangsa,” pungkasnya.

 

Saat menerima buku, Komaruddin didampingi Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, Ketua Umum (Ketum) SMSI, Firdaus, dan Wartawan Senior, Heru Subeno Arief.

Yuddy Crisnandi juga memberikan apresiasi yang sama kepada Jafarudin, atau yang akrab disapa Fafa ini.

 

Menurutnya, buku Ambang Sandyakala Jurnalisme merupakan wujud ikhtiar intelektual seorang wartawan dalam menyampaikan gagasan dan ide untuk keberlangsungan pers, khususnya media siber Indonesia.

 

“Jarang wartawan menulis buku sekarang. Jangan takut bersikap kritis selama konstruktif dan bertujuan membantu pemerintah menyukseskan program-program pembangunan,” pesannya.

Sementara itu, Ketum SMSI, Firdaus menilai apa yang ditulis Fafa dalam buku Ambang Sandyakala Jurnalisme merupakan cerminan kondisi anggota SMSI.

 

“Buku ini mengupas persoalan persoalan yang relevan dengan kita (SMSI). Buku ini bagus, saya harap anggota SMSI membacanya juga,” tuturnya.

 

Hal senada juga diucapkan Wartawan Senior Hersubeno. Menurutnya sikap kritis yang dituangkan dalam buku menjadi penanda bahwa wartawan juga seorang intelektual.

 

“Bagus, terus berkarya,” katanya kepada Fafa.

Sebagai penulis, Fafa mengaku sangat berbahagia dan bangga, bukunya mendapatkan apresiasi para Tokoh Pers nasional. 

 

Ia sangat bersyukur sekaligus belajar sikap bijak sana dari para seniornya itu. Menurutnya, meski mengandung kritik kepada dewan Pers, namun Ketua Dewan Pers memberikan apresiasi.

 

“Tentu ini suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi saya, karena buku saya bisa diterima beliau Ketua Dewan Pers, Prof Komaruddin. Saya sangat kagum dengan kebijaksanaan beliau, meski buku saya sarat kritik untuk dewan pers namun beliau berkenan menerima dan membacanya,” jelasnya.

Editor : Heru Pratomo
#yuddy chrisnandi #jurnalisme #Smsi #komarudin hidayat #Jafarudin Ketua SMSI DIY #pers #sandyakala #dewan pers