Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

8 Makanan Indonesia Ini Punya Historis Tersendiri: Merupakan Hasil Akulturasi Dari Belanda. Apa Saja?

Meitika Candra Lantiva • Senin, 11 Desember 2023 | 22:15 WIB
Kue lapis legit. (sampaijauh.com)
Kue lapis legit. (sampaijauh.com)



RADAR MALIOBORO – Indonesia menjadi salah satu negara yang dijajah bangsa Belanda.

Kurang lebih selama 350 tahun lamanya, Indonesia hidup di bawah penjajahan Londo (sebutan orang Belanda saat itu).


Selama penjajahan, berbagai adat, kebiasaan, hingga kuliner di Indonesia perlahan mendapatkan pengaruh Belanda.


Mungkin ada beberapa orang Indonesia yang belum mengetahui bahwa ada beberapa makanan khas Indonesia yang ternyata merupakan hasil akulturasi dari Belanda.


Makanan apa sajakah itu? Berikut 8 makanan Indonesia hasil akulturasi dari Belanda.


1. Semur


Nama ‘semur’ berasal dari Bahasa Belanda yaitu ‘smoor’ yang berarti rebusan, atau dari kata lainnya yaitu ‘smoren’ yang berarti merebus.


Di Belanda, olahan semur terdiri atas daging, tomat, dan bawang yang direbus dalam waktu lama.


Sedangkan di Indonesia, semur berkembang dengan berbagai tambahan bumbu dan rempah lokal.

Terkadang isiannya juga sama yaitu daging, tomat, dan bawang. Tetapi terkadang juga bisa diganti dengan telur rebus, tahu, juga kentang.


2. Perkedel


Diambil dari Bahasa Belanda yaitu ‘frikadeller’ dan ‘frikadel’. Di Belanda, bahan utama perkedel adalah daging cincang atau daging giling yang kemudian dipadatkan lalu digoreng.


Sedangkan di Indonesia, bahan utamanya yaitu kentang rebus yang telah dihaluskan. Terkadang, saat menggorengnya dibaluri dengan tambahan telur kocok.


3. Kroket


Dalam Bahasa Belanda, bernama ‘kroketten’. Kroket sebenarnya berasal dari Prancis. Akan tetapi, dibawa melalui Belanda ke Indonesia, sehingga termasuk dalam makanan akulturasi dari Belanda.


Resep asli kroket dari Prancis yaitu rogut atau adonan tepung terigu, susu, dan daging.

Adonan kroket asli berbentuk lonjong. Kroket akan lumuri tepung, lalu dibalut tepung panir.


Di Belanda sendiri, Kroket merupakan salah satu makanan jenis gorengan. Kroket Belanda terbuat dari daging cincang yang kemudian dilapisi tepung panir lalu digoreng.


Sedangkan di Indonesia, berbahan dasar kentang rebus tumbuk – yang mana sama dengan bahan dasar makanan perkedel.


Untuk isiannya sama yaitu rogut.

Kroket indonesia juga menggunakan balutan tepung panir sebelum digoreng hingga kecoklatan.


4. Lapis Legit


Makanan jenis roti ini, jika dalam Bahasa Belanda bernama ‘spekkoek’. Di Belanda roti ini termasuk dalam jenis makanan manis.


Lapis Legit Belanda biasanya hadir dalam acara jamuan dengan gaya kolonial atau istilahnya rijsttafel.


Di Indonesia, makanan ini dimodifikasi dengan tambajan rempah-rempah Indonesia, sehingga selain manis juga terdapat rasa gurih.


5. Selat Solo


Sesuai namanya, makanan ini merupakan kuliner khas Solo. Dalam Bahasa Belanda bernama ‘biefstuk’.


Nama ‘selat’ atau yang artinya ‘salada’, digunakan dalam penamaan makanan ini karena terdapat penambahan sayuran rebus yang dimana itu merupakan pengganti dari kentang tumbuk.


Di Indonesia, Selat Solo kemudian diberi tambahan yaitu keripik kentang dan saus yang lebih bertekstur encer, manis, dan tentunya tambahan rempah-rempah lokal.


6. Kastengel


Makanan ini banyak ditemui di Indonesia saat hari raya Islam. Identik dengan rasanya yang gurih dengan taburan keju parut diatasnya. Biasanya roti ini berbentuk balok.


Nama Kastengel berasala dari Bahasa Belanda yaitu ‘kaasstengels’, ’kaasí’ yang berarti keju, dan ‘stengels’ yang berarti Batangan.


Kastengel Belanda bentuknya lebih Panjang dari kastengel indonesia yaitu sekitar 30cm.

Sama dengan di Indonesia, makanan ini juga termasuk makanan yang populer di Belanda dan termasuk dalam jenis snack.

 

7. Nastar


Makanan ini juga banyak ditemui di Indonesia saat hari raya Islam.

Berbentuk bulat dengan bagian bawah datar, dan juga terdapat parutan keju di atasnya. Untuk rasanya tergolong manis dan di dalamnya terdapat selai nanas.


Dalam Bahasa Belanda bernama ‘annanas taart’ atau tart nastar.

Sebenarnya, isian dari kue nastar ini yang asli adalah selai strawberry, persik, dan buah-buahan lainnya yang populer di Eropa.


Lalu kenapa di Indonesia menggunakan selai nanas? Karena buah nanas lebih mudah ditemukan di Indonesia ketimbang buah-buahan yang disebutkan di atas.

8. Sop Senerek


Makanan kuah ini merupakan kuliner khas Magelang. Di Indonesia, Sop ini menggunakan kacang merah dengan isian lainnya yaitu bayam, wortel, seledri, dan daun bawang.


Sedangkan di Belanda, menggunakan isian kacang polong hijau. Untuk Namanya juga berbeda. Di Belanda, bernama ‘snert soup’ yang berarti sop kacang polong dengan roti. (Anistigfar/Radar Jogja)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kroket #Sop senerek #semur #lapis legit #masa penjajahan belanda #perkedel #makanan Indonesia hasil akulturasi Belanda #nastar #kastengel #makanan indonesia #Selat Solo