Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dampak Palihan Negari, Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat Didominasi Jamaah Jatim

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 14 Desember 2023 | 03:54 WIB
warga mengikuti semaan Alquran di Masjid Gede Kauman
warga mengikuti semaan Alquran di Masjid Gede Kauman

 

RADAR MALIOBORO – Semaan Alquran memperingati 277 tahun Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat digelar di Masjid Gede Kauman, Rabu (13/12). Justru sebagian besar jamaah berasal dari Jawa Timur yang itu erat kaitanya dengan sejarah Mataram.

 

Kehartakan 1 Kawedanan Pengulon Keraton Jogja, M.Ry. Sarihartaka Dipuro mengungkapkan, alasan banyak jamaah dari Jawa Timur karena sejarahnya di zaman Palihan Negari. Saat pemisahan Kerajaan Mataram menjadi Keraton Jogja dan Kasultanan Sala. Karena dulu beberapa wilayah Jawa Timur merupakan daerah kekuasaan Mataram maka antara Keraton Jogja dengan masyarakat Jawa Timur masih mempunyai ikatan yang kuat.

 

"Total pengunjung tahun ini selama dua hari ini kurang lebih ada 1.700 orang, yang kebanyakan dari jamaah Jawa Timur," tuturnya

 

Dalam pengetan tahun ini, tema yang diangkat adalah 'Menuju Ngayogyakarta Hadiningrat yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Titi Tentrem Kerto Raharjo'. "Setiap tema yang diusung selalu dengan persetujuan Keraton Jogja. Alhamdulilah tema pada tahun ini langsung disetujui," ujarnya. 

 

Acara tersebut merupakan agenda dari Keraton Jogja yang diselenggarakan oleh Kawedanan Pengulon. Selain untuk memperingati Hadeging Keraton Jogjakarta ke-277, dia juga menyebut untuk melestarikan kegiatan positif dari Keraton Jogjakarta yang sudah ada sejak dulu. “Saya sudah 30 tahun di sini dan acara tersebut sebelumnya sudah ada, jadi kami hanya meneruskan saja," tandasnya. 

 

Perwakilan tim pengkaji kitab Kawedanan Pengulon, Raden Wedana Rohmanu menyampaikan, rangkaian acara peringatan Hadeging Keraton Ngayogyakarta tahun ini, dimulai dengan ziarah ke makam raja pertama Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono I pada Selasa (12/12). "Malam harinya acara dilanjut dengan Mujahadah yang bertempat di Masjid Gede Kauman," ujarnya.

 

Rangkaian acara tersebut ditutup dengan semaan, pengajuan dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Nur Cholis. Setelah pengajian usai, akan ada Sabda Dalem dari Raja Keraton Jogja saat ini Sri Sultan Hemengku Bawono Ka 10 sebagai penutup acara. (cr5/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kerajaan Mataram #masjid gede kauman #semaan alquran #Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat #jawa timur