RADAR MALIOBORO – Siapa yang suka menggunakan panggilan Lo-Gue? Panggilan tersebut lebih banyak digunakan oleh orang-orang Jakarta dan wilayah Jabodetabek.
Di luar wilayah tersebut jika menggunakan panggilan tersebut akan dianggap kurang sopan.
Panggilan Lo-Gue merupakan kata ganti orang pertama dan kedua.
Di Jakarta dan wilayah Jabodetabek, panggilan tersebut dinilai terdengar lebih luwes, akrab dan supel. Apalagi dikalangan anak muda.
Banyak yang mengira panggilan tersebut berasal dari Betawi karena di wilayah Jakarta, orang-orang Betawi yang lebih banyak menggunakan panggilan tersebut.
Tetapi sebenarnya, panggilan Lo-Gue bukan berasal dari Betawi walaupun banyak orang Betawi yang menggunakannya.
Panggilan ini sebenarnya berasal dari suku bangsa China.
Kata Lu-Gue berasal dari rumpun dialek Bahasa yang dimiliki oleh orang China khususnya Kawasan Fujian.
Dulu, orang-orang keturunan Fujian banyak ditemukan tinggal di Indonesia.
Orang Fujian memiliki budaya yang bernama Minnan atau Min Selatan atau Hokkian. Hokkian menjadi sebutan untuk dialek Bahasa orang-orang China yang tinggal di Indonesia.
Kata “lu” merupakan serapan dari kata “lu/leu/li”. Sedangkan kata “gue” merupakan serapan dari kata “gua/goa”.
Di dialek Bahasa China oleh orang-orang China di Indonesia, panggilan tersebut sama penggunaannya yaitu sebagai kata ganti orang pertama dan kedua.
Panggilan ini telah digunakan oleh mereka sejak abad ke-16 sebagai panggilan saat melakukan bisnis perdagangan.
Daerah Pulau Jawa, merupakan salah satu pulau yang memiliki etnis keturunan Tiongkok atau China paling banyak. Terutama di wilayah Batavia yang dulunya merupakan pusat kolonial Belanda.
Diketahui, ternyata terdapat 290 kata Bahasa Tiongkok yang diserap oleh Bahasa Indonesia.
Ini menjadi urutan terakhir setelah Bahasa Belanda yang diserap oleh Bahasa Indonesia sebanyak 3.280 kata, disusul Bahasa Inggris sebanyak 1.610 kata, kemudian diikuti Bahasa Arab sebanyak 1.495 kata. (Anistigfar/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva