RADAR MALIOBORO - Taukah kamu cabai jauh sebelum menjadi tanaman pertanian merupakan tanaman liar.
Cabai merupakan buah dan tumbuhan yang tergolong dalam genuse Capsicum.
Para pendahulu menjadikan cabai sebagai bahan memasak. Sebagai bumbu dapur yang wajib bagi masyarakat Indonesia.
Memiliki rasa pedas, menjadi pelengkap masakan yang dihidangkan.
Cabai bukan asli tanaman Indonesia. Berdasarkan sumber yang dihimpun, cabai berasal dari benua Amerika.
Cabai adalah tanaman asli Meksiko hingga Guatemala. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh liar di hutan, sabana, semak belukar, padang rumput, dan pedalaman.
tanaman cabai dapat tumbuh di ketinggian 5-1.700 meter di atas permukaan laut.
Cabai dikonsumsi pertama kali oleh orang-orang Indian pada awal 7000 sebelum Masehi.
Hal itu terbukti dengan temuan arkeologi berupa potongan, serpihan serta biji-biji cabai liar di lantai Gua Ocampo, Tamaulipas, dan Tehuacan pada awal 5000 sebelum Masehi.
Biji-bijian itu telah teridentifikasi sebagai Capsicum annuum atau cabai merah.
Cabai pertama kali ditemukan sebagai tumbuhan liar dan akhirnya ditanam, pada sekitar 5200 dan 3400 sebelum Masehi. Di antara tanaman budidaya yang ada, cabai merupakan tumbuhan tertua di Amerika.
Bahkan bagi orang Indian, cabai menjadi tumbuhan yang sangat dihargai setelah jagung dan ubi kayu. Sebab mempunyai peran penting dalam upacara keagamaan dan kultur budaya orang Indian.
Berdasarkan dukungan data-data sejarah dan bukti-bukti arkeologi di atas, Capsicum diduga asli dari Amerika Tengah dan Selatan serta Meksiko, dan telah dibudidayakan lebih dari 5000 tahun yang lalu.
Lalu menyebarnya cabai ke Eropa bermula tahun 1492, oleh Columbus.
Pada tahun 1542, pedagang Portugis diduga mengintroduksikan tumbuhan ini ke India dan akhirnya mencapai Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Laporan Kementerian Perdagangan menunjukkan, Genus Capsicum ada 30 spesies yang lima di antaranya telah dibudidayakan dan laris manis di dunia perdagangan.
Lima spesies itu adalah Cabai Annuum, Cabai Frutescens, Cabai Pubescence, Cabai Baccatum, dan Cabai Chinense.
Di antara lima spesies tersebut, yang paling banyak diusahakan di Indonesia adalah Cabai Annuum (cabai merah besar dan keriting), diikuti Cabai Frutescens (cabai rawit).
Editor : Meitika Candra Lantiva