Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Komunitas Cakapuan, Ruang Aman untuk Sharing dan Berekspresi

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 14 Januari 2024 | 20:00 WIB
COBA HAL BARU: Anggota komunitas Cakapuan saat sharing dan mencoba pekerjaan antaranggota lainnya. Setiap kegiatan komunitas ini digelar setiap tiga bulan sekali.
COBA HAL BARU: Anggota komunitas Cakapuan saat sharing dan mencoba pekerjaan antaranggota lainnya. Setiap kegiatan komunitas ini digelar setiap tiga bulan sekali.

RADAR MALIOBORO - Di Jogjakarta ada sebuah komunitas yang bergerak untuk mewadahi anak-anak muda lintas ilmu. Komunitas tersebut bernama Cakapuan yang terletak di Lifepatch Jalan Lempuyangan Tengah III, Bausasran, Danurejan, Jogjakarta.

Hasrat untuk berkumpul dan belajar seringkali menjadi landasan bagaimana ruang-ruang diskursif itu lahir. Ruang-ruang semacam itu, mencoba dihadirkan oleh Cakapuan.

Komunitas ini adalah suatu usaha untuk mendefinisikan ulang apa yang disebut sebagai ruang yang inklusif. Sebab dalam Cakapuan sendiri adalah ruang untuk saling berekspresi dan tidak ingin membatasi.

Koordinator Cakapuan #3, Fadhilla Ristianty menjelaskan Cakapuan sendiri berdiri pada 2023. Di mana pada awalnya saat itu Cakapuan sendiri dari sebuah ketidaksengajaan.

"Jadi teman saya Grace punya ide untuk bagaimana cewek-cewek bisa bikin acara. Yang mana isi acaranya cuma sharing. Bahas soal profesi kami aja. Karena dalam Cakapuan anggotanya banyak yang berprofesi beda-beda," bebernya Jumat (12/1).

Saat ini, Cakapuan sudah menghadirkam empat acara untuk mengakomodir seluruh komunitas yang ingin berbagi ilmu. Setiap acara digelar setiap tiga bulan sekali. Dalam berbagai acara tersebut, para pesertanya juga sangat antusias untuk mengikutinya.

"Jadi kami semakin yakin kalau kami ini memang butuh ruang seperti ini. Ruang untuk sharing," kata Fadhilla.

Saat ini Cakapuan sendiri beranggotakan sekitar 35 orang. Tidak ada ketua yang mengakomodir komunitas ini.

Sementara Koordinator Cakapuan #4 Regina Surbakti menyebut, Cakapuan ini lahir atas kegelisahan pribadi dari setiap anggotanya. Sebab mereka merasa minimnya ruang dari perempuan untuk sharing ilmu.

"Karena minimnya ruang itu jadi kami membuat sarana tersebut. Supaya bisa berbagi dar lintas disiplin," tuturnya.

Selain menyediakan ruang, Regina mengaku Cakapuan ini juga bertujuan untuk mencari jaringan. Di mana ke depannya agar bisa saling berkolaborasi.

"Fokus kami adalah ruang untuk terjadinya diskusi. Jadi kami butuh ruang aman untuk berekspresi," ucapnya.

Regina juga menyatakan ke depan pihaknya agar tetap ingin mempertahankan Cakapuan. Dan para anggotanya juga ingin tetap ada.

"Ruang-ruang untuk perempuan ini harus tetap berlanjut. Dan bisa berkolaborasi dengan komunitas lainnya," tandasnya. (ayu/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#komunitas #jogja