Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengulik Jejak Sejarah Barongsai yang Mewarnai Tahun Baru Imlek. Apa Saja !

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 18 Januari 2024 | 18:16 WIB
Seorang pengunjung sebuah hotel di Jogja tertarik memegang barongsai. Begini jejak sejarah kesenian Barongsai dari Tiongkok.
Seorang pengunjung sebuah hotel di Jogja tertarik memegang barongsai. Begini jejak sejarah kesenian Barongsai dari Tiongkok.


RADAR MALIOBORO – Tahun baru imlek merupakan perayaan yang meriah dan penuh warna bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Menyambut Tahun Baru Imlek yang akan berlangsung pada 10 Februari 2024, tarian barongsai menjadi salah satu elemen yang tak terpisahkan dari perayaan ini.


Barongsai, atau tarian singa dan naga, merupakan salah satu seni pertunjukkan tradisional Tionghoa yang penuh warna dan makna.

Tarian ini kerap diasosiasikan dengan perayaan Imlek, namun juga tampil dalam berbagai perayaan dan festival di berbagai belahan dunia.

Barongsai bukan hanya seni pertunjukkan yang memukau secara visual, tetapi juga sarat dengan makna simbolis dan budaya.

Dengan gerakan yang indah, kostum yang mencolok, dan iringan music yang menggetarkan, barongsai terus mempesona dan menghibur penonton di seluruh dunia.


Barongsai berasal dari kata “barong” yang dalam mitologi Tiongkok merujuk pada makhluk mitos yang melambangkan keberanian dan perlindungan.

Tarian barongsai pertama kali muncul pada abad ke3 SM di wilayah Tiongkok. Awalnya, tarian ini merupakan bentuk pengusir roh jahat dan pembawa keberuntungan.

Gerakan yang penuh energi dan lincah dalam tarian barongsai memiliki makna simbolis yang dalam.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para penari barongsai melambangkan keberanian, kekuatan, dan semangat untuk mengusir roh-roh jahat.

Kepala barongsai yang bergerak-gerak mencerminkan kehidupan dan vitalitas.


Seiring dengan perkembangan waktu, tarian barongsai tak hanya menjadi bagian dari tradisi Tionghoa di daratan Tiongkok.

Tetapi juga menyebar ke seluruh komunitas Tionghoa di dunia.

Barongsai menjadi lambing integrasi budaya Tionghoa dalam berbagai masyarakat di luar Tiongkok.


Sebagai simbol keberanian, tarian barongsai tidak hanya menghibur tetapi juga memainkan peran penting dalam preverensi budaya.

Generasi muda juga terlibat dalam tarian ini memastikan kelangsungan warisan budaya Tionghoa.

Melalui penyebaran budaya ini, tarian barongsai menjadi perantara untuk memahami dan menghargai warisan budaya.


Tarian barongsai akan terus menajid cerminan keceriaan dan harapan di tiap Tahun Baru Imlek.

Melalui gerakan yang gemuruh dan warnanya yang mencolok, barongsai tetap hidup sebagai simbol keberanian, semangat, dan keberuntungan dalam menyambut masa depan yang penuh harapan.


Dengan kekuatan simbolisnya, tarian ini tidak hanya merayakan warisan budaya Tionghoa tetapi juga menjadi jendela bagi masyarakat global untuk menghargai kekayaan dan keindahan tradisi Tionghoa. (Zulfa/Radar Jogja)

Baca Juga: KKN UMBY Sasar Gunungkidul karena Kasus Stunting

Editor : Meitika Candra Lantiva
#barongsai #tahun baru imlek #2024 #sejarah