RADAR MALIOBORO- Kebo Bule, adalah kerbau sakral yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan kepercayaan di Keraton Surakarta dan bahkan kerbau ini adalah salah satu ikon kebanggaan di kota Solo.
Mari mengenal lebih jauh mengenai kerbau istimewa ini!
Asal Usul dan Kepercayaan
Legenda mengatakan bahwa Kebo Bule dianggap sebagai pengawal dari pusaka Kyai Slamet dan juga hewan yang disayangi oleh Pakubuwono II.
Kebo Bule diberikan kepada Pakubuwono II oleh Kyai Hasan Beshari Tegalsari, bupati Ponorogo, sebagai hadiah setelah diketahui bahwa Pakubuwono II berhasil merebut kembali Keraton Kartasura dari tangan pemberontak Pecinan yang kemudian dilanjutkan dengan hijrahnya kerajaan dari Kartasura ke Desa Sala pada 20 Februari 1745.
Kyai Slamet sendiri adalah pusaka berbentuk tombak yang sering dibawa berkeliling tembok Baluwarti setiap hari Selasa dan Jumat Kliwon oleh Pakubuwono X di mana Kebo Bule selalu mengikuti di belakang.
Karena asosiasi Kebo Bule yang kuat dengan pusaka Kyai Slamet, warga pun sering merujuk kerbau berwarna pirang terang keputihan itu dengan sebutan Kebo Kyai Slamet. Kerbau ini diyakini membawa berkah dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Peran dalam Tradisi Keraton
Setiap tahun, Kebo Bule memimpin ritual kirab (arak-arakan) yang disebut Kirab Malam Suro.
Kirab ini diadakan pada malam tahun baru Jawa (1 Suro) dan melibatkan seluruh keluarga keraton serta masyarakat sekitar.
Kebo Bule akan diarak mengelilingi keraton dan sekitarnya, sebuah tradisi yang diyakini dapat menolak bala dan membawa keberkahan.
Ritual Kirab
Selama kirab, masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah berkumpul untuk melihat arak-arakan Kebo Bule.
Masyarakat percaya bahwa menyentuh atau bahkan mengambil kotoran Kebo Bule dapat membawa keberuntungan.
Tradisi ini memperlihatkan betapa kuatnya kepercayaan dan simbolisme yang melekat pada Kebo Bule.
Simbolisme dan Warisan Budaya
Kebo Bule tidak hanya sekadar kerbau, tetapi juga simbol kekuatan spiritual dan perlindungan bagi Keraton Surakarta.
Kerbau ini melambangkan keselarasan antara manusia dan alam, serta penghormatan terhadap leluhur dan tradisi.
Kehadiran Kebo Bule dalam upacara dan ritual keraton adalah pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya dan kepercayaan lokal. (Rinda Martisa Fiorentina)
Editor : Winda Atika Ira Puspita