Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sejarah Gedung Bank Indonesia Yogyakarta: Warisan Arsitektur dan Ekonomi dari Era Kolonial Belanda

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 18 Juli 2024 | 21:21 WIB
Gedung BI Yogyakarta.   (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Gedung BI Yogyakarta. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

RADAR MALIOBORO - Gedung Bank Indonesia Yogyakarta dibuka pada 1 April 1879 sebagai kantor cabang ke-8 De Javasche Bank, di atas tanah milik sendiri.

Usulan pendirian ini datang dari Firma Dorrepaal & Co., Semarang, yang disambut baik oleh direksi dan dewan komisaris.

Pertumbuhan ekonomi Yogyakarta pada era pasca-Perang Diponegoro (1825-1830) juga mendukung pendirian ini.

Di bawah kepemimpinan G. Vessering pada tahun 1906, De Javasche Bank membuka banyak cabang di Indonesia, termasuk Bandung, Padang, Makassar, dan Banjarmasin.

Operasi sempat terhenti pada 9 Maret 1942 saat pendudukan Jepang, yang menggantikan peran bank dengan Nanpo Kaihatsu Ginko.

Setelah kemerdekaan, kantor Yogyakarta kembali beroperasi pada 22 Maret 1950.

Dengan diberlakukannya UU 11/1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia, termasuk kantor cabang Yogyakarta dan diberbagai pelosok negeri.

Pada 4 Februari 1993, gedung baru diresmikan untuk menampung peningkatan operasional.

Sejak 1 Agustus 1996, kantor ini dikenal sebagai Bank Indonesia Yogyakarta.

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta menghadap utara, terdiri dari dua tingkat dan satu basement, menunjukkan arsitektur Eropa dengan gaya indisch empire.

Dirancang oleh biro arsitek N.V. Architecten-Ingenieursbureau Hulswit en Fermont te Weltevreden en Ed. Cuypers te Amsterdam, gedung ini merupakan contoh arsitektur kolonial yang bernilai tinggi.

Baca Juga: Ini Dia 4 Fakta Menarik di Balik Karakter Frodo, Si Kucing Pendiam dalam Film ‘A Quiet Place: Day One’

Ditandai sebagai Cagar Budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI No. PM.07/PW.007/MKP/2010, gedung ini terletak di Jalan Senopati No. 4 Yogyakarta.

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta tidak hanya menjadi simbol sejarah perbankan, tetapi juga contoh arsitektur kolonial yang bernilai tinggi dan salah satu saksi bisu dari perjalanan ekonomi di Kota Pelajar ini.

(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: Kebudayaan Kemdikbud

Editor : Iwa Ikhwanudin
#indonesia #sejarah #bank #bank indonesia