RADAR MALIOBORO - Pada 31 Juli 2024, dikabarkan bahwa Ismail Haniyeh Meninggal dunia di Teheran, Iran.
Siapakah Ia dan bagaimana profilnya?.
Ismail Haniyeh adalah seorang politisi Palestina yang terkenal sebagai pemimpin Hamas, sebuah organisasi politik dan militer yang beroperasi di wilayah Palestina, terutama di Jalur Gaza. Berikut adalah biografi lengkapnya:
Kehidupan dan Pendidikan
Ismail Abdel Salam Ahmed Haniyeh lahir pada 29 Januari 1962 di kamp pengungsi Al-Shati di Jalur Gaza. Keluarganya adalah pengungsi dari kota Asqalan (sekarang dikenal sebagai Ashkelon) yang terletak di Israel saat ini. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di kamp pengungsi tersebut dan kemudian melanjutkan pendidikan menengah di sekolah-sekolah UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East).
Pada tahun 1981, Haniyeh mulai belajar di Universitas Islam Gaza dan lulus dengan gelar dalam bidang Bahasa Arab pada tahun 1987. Selama di universitas, ia menjadi aktif dalam kegiatan politik dan bergabung dengan organisasi mahasiswa yang terkait dengan Hamas.
Karir Politik dan Hamas.
Setelah lulus, Haniyeh bekerja sebagai dosen di Universitas Islam Gaza. Pada akhir 1980-an, ia terlibat dalam pendirian Hamas, yang didirikan pada tahun 1987. Haniyeh ditangkap oleh otoritas Israel beberapa kali selama Intifada Pertama (1987-1993) dan menghabiskan waktu di penjara.
Pada tahun 1992, ia diasingkan ke Lebanon bersama dengan beberapa anggota Hamas lainnya oleh otoritas Israel. Setelah satu tahun di pengasingan, ia kembali ke Gaza dan melanjutkan aktivitasnya dengan Hamas.
Haniyeh naik ke posisi penting dalam Hamas, terutama setelah kematian pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, pada tahun 2004. Ia menjadi salah satu pemimpin utama organisasi tersebut.
Pemilihan Legislatif dan Pemerintahan
Pada tahun 2006, Hamas mengejutkan dunia dengan memenangkan pemilihan legislatif Palestina, mengalahkan Fatah, partai politik dominan saat itu. Ismail Haniyeh diangkat sebagai Perdana Menteri Palestina setelah kemenangan tersebut. Namun, pemerintahan Haniyeh mengalami tekanan besar dari komunitas internasional, terutama dari Israel dan Amerika Serikat, yang menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.
Konflik antara Hamas dan Fatah meningkat, yang berpuncak pada pertempuran kekerasan pada tahun 2007. Setelah pertempuran tersebut, Hamas menguasai Jalur Gaza, sementara Fatah menguasai Tepi Barat. Sejak itu, Haniyeh telah menjadi tokoh utama di Gaza.
Peran dan Pengaruh.
Sebagai pemimpin Hamas, Haniyeh telah menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel. Ia terlibat dalam berbagai upaya untuk mencapai gencatan senjata dengan Israel, meskipun kekerasan terus berlanjut di wilayah tersebut. Haniyeh juga berperan dalam upaya diplomasi internasional Hamas, termasuk hubungan dengan negara-negara seperti Iran dan Qatar.
Haniyeh dikenal sebagai pemimpin yang strategis. Ia berusaha untuk mengembangkan kebijakan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat Palestina, sambil juga mempertahankan posisi Hamas dalam konflik dengan Israel.
Meskipun Hamas dikenal sebagai organisasi militan, Haniyeh pernah menunjukkan keinginan untuk dialog dan perdamaian. Ia berusaha untuk membangun kebijakan yang dapat membuka jalan bagi dialog dengan Israel dan komunitas internasional.
Pada tahun 2023, Haniyeh memimpin serangan roket ke Israel yang menewaskan ribuan orang. Ini menunjukkan bahwa ia tetap menjadi tokoh kuat dalam konflik Israel-Palestina, meskipun dengan cara yang lebih agresif.
Ismail Haniyeh adalah tokoh penting dalam politik Palestina dan perlawanan terhadap pendudukan Israel. Perjalanan hidupnya mencerminkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi oleh rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk merdeka dan berdaulat.
(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
-https://googletrends.com