Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Asal Usul Kata Jancok yang Dimaknai Umpatan Negatif dari Jawa Timur

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 10 Agustus 2024 - 23:00 WIB
Ilustrasi mengumpat.
Ilustrasi mengumpat.

RADAR MALIOBORO - Siapa yang tidak kenal dengan kata "Jancok", kata yang dianggap umpatan dan tabu bagi sebagian orang ini ternyata memiliki banyak arti.

Sejumlah sumber menyebutkan "Jancok atau dancok" adalah istilah bahasa Jawa yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas masyarakat Jawa Timur.

Umumnya kata ini akan biasa dijumpai atau dibicarakan oleh komunitas orang Jawa khususnya di wilayah Jawa Timur seperti di Surabaya dan Malang.

Uniknya, di beberapa wilayah di luar Jawa Timur, orang akan menganggap kata "jancok" sebagai bahasa yang sangat negatif atau cenderung kasar.

 Baca Juga: Mengenal Cano Cristales: Wisata Sungai Paling Indah di Dunia di Hutan Hujan Amazon Kolombia

Seperti halnya di bekas wilayah Vorstenlanden (bekas Keresidenan Yogyakarta dan Surakarta), dianggap tidak sopan atau tidak pantas.

Tetapi ada juga yang mengartikan bahwa kata "Jancok" bagi masyarakat tipe kosmopolitan wilayah Surabaya dan sekitarnya bermakna ganda.

Yakni, "jancuk" yang dilafalkan untuk memberi umpatan, dan ada pula "jancuk" yang dilafalkan untuk mengekspresikan kegembiraan.

Dari beberapa pemerhati budaya menjelaskan bahwa, kalau dari bahasa Jawa, "jancuk" berasal dari kata "ancuk" yang artinya bersetubuh.

Kata jancuk dalam bahasa Belanda

Akan tetapi, bila dilihat dari versi lain, ada juga yang mengatakan bahwa kata "jancuk"merupakan serapan dari bahasa Belanda.

Bahwa kata jancuk atau diancuk berasal dari Bahasa Belanda yakni "yantye ook" yang memiliki arti kamu juga.

Beberapa pemerhati sejarah menjelaskan, bahwa kata "yantye ook" sering kali diucapkan oleh remaja Indo-Belanda yang populer pada tahun 1930-an.

Hal tersebut terjadi akibat akulturasi (proses pencampuran budaya lokal dengan budaya asing), untuk memudahkan sebutan kata.

Hal ini dijelaskan oleh beberapa pemerhati budaya bahwa "yantye ook" oleh pemuda Surabaya dipelesetkan menjadi "yantcook" yang mana plesetan itu mengalami transformasi oleh beberapa remaja Surabaya untuk mengejek anak Indo-Belanda dengan plesetan yang sekarang menjadi lafal jancuk, jancok, atau diyancok.

Nah, bagaimana menurutmu sob? Apakah masih penasaran ?

(Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#surabaya #arti #makna #kata #Jancok #belanda #bahasa #jawa timur #umpatan #asal usul #malang #Negatif