Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Tradisi Mapandes Asal Bali

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 16 Agustus 2024 | 23:01 WIB
Upacara Mapandes di Bali.
Upacara Mapandes di Bali.

RADAR MALIOBORO - Belakangan ini banyak media sosial memberitakan tentang upacara Mapandes atau upacara potong gigi.

Upacara ini menjadi ramai karena dirasa asing di telinga masyarakat saat ini.

Beberapa di antaranya, mereka merasa kebingungan apa sih upacara potong gigi itu?

Dan apa manfaat dari potong gigi?

Oleh karena itu, berikut penjelasan upacara Mapandes.

Upacara Mapandes adalah upacara yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang beragama hindu dan tinggal di Bali.

Upacara ini memiliki beberapa nama lain seperti Mesagih dan Metatah.

Ritual ini termaksud sebuah ritual keagamaan yang harus dilakukan oleh semua umat hindu yang tinggal di Bali, khususnya bagi mereka yang baru menginjak usia remaja.

Tidak heran kita sering kali melihat berita seorang artis atau influencer yang beragama hindu dan tinggal dibali melakukan upacara itu seperti Rara Wiritanaya, Nora Alexandra, Saputra Kori dan lain sebagainya.

Upacara ini juga merupakan sarana dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang berguna untuk seorang anak yang menginjak usia remaja dan mengandung harapan-harapan baik yang ditanamkan oleh orang tuanya seperti lahirnya anak yang suputra atau baik.

Upacara Mapandes.
Upacara Mapandes.

Di Bali sendiri, seringkali upacara ini dilakukan bersamaan dengan upacara lain seperti Pernikahan, Ngaben, dan Ngeresi.

Makna dari upacara ini juga banyak yaitu :


1. pergantian perilaku untuk menjadi manusia sejati yang dapat mengendalikan diri dari godaan nafsu.


2. memenuhi kewajiban orang tuanya terhadap anaknya untuk menemukan hakekat manusia yang sejati.


3. untuk dapat bertemu kembali kelak di surga antara anak dengan orang tuanya setelah sama-sama meninggal.


Jadi dari berlangsungnya upacara ini menandakan seseorang remaja tersebut sudah dapat mengendalikan hawa nafsunya.

Tradisi ini dilakukan dengan pemahatan sebanyak tiga kali, pengasahan dan perataan.

Tradisi ini memahat empat gigi seri dan dua gigi taring dirahang atas.

Secara medis tradisi ini juga dianggap baik karena dapat mengurangi atau menghilangkan kontak gigi yang mengganggu dan menghilangkan kontak gigi yang menimbulkan ketidak harmonisan pda saat terjadi oklusi sentris. (Aina Puspita Ningrum)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#budi pekerti #Nilai-Nilai Pendidikan #tradisi #mapandes #makna #bali #Mengenal #upacara potong gigi