RADAR MALIOBORO - Ibnu Sina, juga dikenal sebagai Avicenna di dunia Barat, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan dan kedokteran pada abad pertengahan. Lahir pada tahun 980 Masehi di Bukhara, Uzbekistan, Ibnu Sina meninggal pada bulan Juni 1037 dan dimakamkan di Hamadan, Iran. Pada tahun 1950, makamnya diperbarui dan diubah menjadi museum yang dilengkapi dengan perpustakaan dengan ribuan koleksi buku. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang kehidupan, karya, dan kontribusi Ibnu Sina dalam bidang kedokteran.
- Kehidupan Awal dan Pendidikan
Ayah Ibnu Sina berasal dari Balkh, yang kemudian pindah ke Bukhara dan menjadi gubernur sebuah wilayah penting bernama Harmaytsan. Di dekat Harmaytsan, terdapat sebuah desa bernama Afsyanah, di mana ayah dan ibunya bertemu kemudian menikah dan menetap di sana. Ibnu Sina lahir di desa ini dan mulai menunjukkan minat besar dalam ilmu pengetahuan sejak usia dini. Meskipun ayahnya adalah gubernur, Ibnu Sina tidak pernah memanfaatkan posisi tersebut untuk mendapatkan kesenangan pribadi. Sebaliknya, dia lebih tertarik untuk belajar dan mengembangkan diri.
- Pendidikan dan Pengembangan Ilmu
Pada usia 16 tahun, Ibnu Sina mulai mempelajari ilmu pengobatan. Ketika itu Sultan Bukhara jatuh sakit dan tidak ada satupun tabib istana yang mampu mengobati. Ibnu Sina kemudian dipanggil untuk menyembuhkan sang raja. Di luar dugaan, dia berhasil melaksanakan tugasnya. Sebagai bentuk terima kasih, Sultan kemudian mengizinkan Ibnu Sina mengakses perpustakaan Samanid, yang kemudian memperluas cakrawala pemikiran dan pengetahuannya. Perpustakaan ini merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan terbesar pada saat itu, dan Ibnu Sina tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu di sana.
- Karya Ilmiah dan Kontribusi dalam Kedokteran
Ibnu Sina memiliki kontribusi luar biasa dalam kemajuan bidang kedokteran dan berbagai cabangnya. Dia telah melakukan penelitian besar dan mendapatkan penemuan penting yang diabadikan oleh sejarah kedokteran.
Berikut adalah beberapa penemuan dan karya ilmiahnya yang paling berpengaruh:
1. Cara Pengobatan dengan Suntikan Obat
Ibnu Sina adalah orang yang pertama kali menemukan cara pengobatan bagi orang sakit dengan cara menyuntikkan obat ke bawah kulit. Metode ini masih dipakai hingga saat ini, terutama dalam pengobatan penyakit tertentu yang memerlukan suntikan obat langsung ke dalam tubuh.
2. Pipa Udara untuk Mengobati Orang yang Tercekik
Ibnu Sina juga menemukan pipa udara yang terbuat dari emas dan perak, kemudian dimasukkan ke dalam mulut dan diteruskan ke kerongkongan untuk mengobati orang yang tercekik dan sulit bernafas. Cara ini masih dipakai hingga sekarang untuk mengobati pasien-pasien dengan penyakit sama.
3. Penyakit Meningitis, Mata, dan Katup Jantung
Ibnu Sina merupakan dokter pertama yang mendiagnosa penyakit meningitis, bagian mata, dan katup jantung. Penemuan ini sangat berpengaruh dalam pengembangan diagnosa dan pengobatan penyakit tersebut.
4. Saraf yang Terhubung dengan Nyeri Otot
Ibnu Sina juga menemukan saraf yang terhubung dengan nyeri otot. Penemuan ini membantu dalam memahami penyebab nyeri otot dan cara mengobatinya.
5. Penyakit TBC
Ibnu Sina memberikan informasi adanya penyakit berbahaya mudah menular yakni TBC, meskipun sempat ditolak pada masa itu karena kurang bukti. Setelah ditemukannya mikroskop, teori penularan TBC Ibnu Sina berhasil dibuktikan kebenarannya dan diadaptasi oleh dunia medis saat ini.
6. Kitab Al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine
Kitab al-Shifa dan The Canon of Medicine merupakan salah satu karya Ibnu Sina yang sampai sekarang masih menjadi bahan rujukan untuk penelitian dalam bidang kedokteran. Karya-karya ini mencakup berbagai aspek kedokteran, termasuk anatomi, patologi, dan pengobatan.
Ibnu Sina adalah ilmuwan yang luar biasa dalam bidang kedokteran. Dengan kontribusi yang berpengaruh dalam pengembangan diagnosa dan pengobatan penyakit, serta penemuan-penemuan yang masih dipakai hingga saat ini, Ibnu Sina dapat dipandang sebagai "Bapak Kedokteran Modern". Karya-karyanya tidak hanya berharga bagi dunia kedokteran pada masa itu, tetapi juga tetap relevan dalam era modern. Semoga melalui artikel ini, kita dapat memahami lebih dalam tentang kehidupan dan karya ilmiah Ibnu Sina, serta menghargai kontribusinya yang luar biasa dalam bidang kedokteran. ***
(Rifqa Fitria Nafisa)
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin