RADAR MALIOBORO – Rabu (11/9/25), Dinas Kebudayaan Gunungkidul menggelar Festival Campursari Nasional yang diikuti 30 grup campurari perwakilan dari berbagai provinsi di pulau Jawa. Festival Campursari Nasional ini dibuka selama tiga hari, mulai dari tanggal 11-13 September.
Endah Subekti Kuntariningsih, Bupati Gunungkidul secara langsung membuka Festival Campursari tersebut. Ia berharap Campursari di Gunungkidul dapat semakin maju dan lebih terkenal dikancah nasional sebagai budaya murni Gunungkidul dengan mematenkan HAKI. Ibu Bupati juga tidak ingin Campursari hanya dinikmati dan di kenal oleh warga Gunungkidul saja, tetapi juga daerah lain bahkan sampai dikancah Internasional.
Festival Campursari ini bukan hanya sekadar pertunjukan hiburan saja, melainkan juga sebagai sarana mengenang Sang Maestro Campursari yaitu almarhum Manthous serta untuk melestarikan warisan seninya.
Seni campursari dinilai memiliki peranan penting dalam menguatkan identitas budaya Jawa dan sebagai daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan kebudayaan lokal. Dalam Festival Campursari ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya, akulturasi, dan pendidikan karakter melaui setiap liriknya yang mengandung pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam festival ini juga menghadirkan lima juri kompeten, ke lima juri tersebut di antaranya Budi Pramono, Dhimas Tedjo, Gunarto, Joko Winarto, dan Angger Sukisno. Dengan adanya festival ini, tentu diharapkan akan lebih banyak lagi munculnya bibit-bibit generasi muda yang tertarik dengan seni campursari sehingga dapat membangkitkan kembali kejayaan musik campursari seperti dulu.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin