Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Inilah Empat Tempat Peninggalan Era Kolonial Belanda di Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:12 WIB
Tempat peninggalan era kolonial Belanda di Yogyakarta.
Tempat peninggalan era kolonial Belanda di Yogyakarta.

RADAR MALIOBORO - Yogyakarta adalah salah satu kota bersejarah yang menyimpan banyak peninggalan peninggalan kolonial Belanda yang masih terawat dengan baik. Kota ini tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan keraton, tetapi juga memiliki sejumlah bangunan dan situs bersejarah yang menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda. Berikut adalah empat tempat peninggalan era kolonial Belanda yang bersejarah dan menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta:

1. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg didirikan pada tahun 1760 sebagai benteng pertahanan Belanda saat menguasai daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Benteng ini awalnya bernama Rustenburg yang berarti "tempat istirahat", dan kemudian diganti namanya menjadi Vredeburg yang berarti "benteng perdamaian". Sekarang, benteng ini telah bertransformasi menjadi museum yang menyimpan diorama dan koleksi sejarah perjuangan Indonesia selama masa kolonial dan masa revolusi. Lokasinya strategis di pusat kota, memudahkan pengunjung untuk belajar tentang sejarah perjuangan bangsa.

2. Gedung Bank Indonesia di Malioboro

Gedung ini merupakan kantor pusat bank pada masa kolonial dan memiliki arsitektur bergaya Eropa yang elegan. Terletak di jalan Malioboro, gedung ini menjadi salah satu ikon peninggalan kolonial Belanda yang masih terawat dengan baik dan berfungsi sebagai simbol kekayaan sejarah ekonomi Yogyakarta

3. Kantor Pos Yogyakarta

Kantor Pos Yogyakarta dibangun pada tahun 1912 dan dirancang oleh arsitek dari Burgerlijke Openbare Werken, sebuah lembaga pemerintahan kolonial Belanda yang menangani infrastruktur. Bangunan ini awalnya bernama Post, Telegraaf en Telefoonkantoor dan hingga kini masih berfungsi sebagai kantor pos. Kantor Pos ini dikenal dengan arsitektur transisi antara Indische Empire Style dan arsitektur kolonial modern, lengkap dengan elemen-elemen khas seperti atap dormer dan bukaan fasad yang dirancang untuk mengoptimalkan penerimaan sinar matahari dan ventilasi alami. Gedung ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan menjadi salah satu landmark bersejarah di Yogyakarta.

4. Gedung BNI

Gedung BNI adalah salah satu ikon arsitektur kolonial di Yogyakarta. Dibangun antara tahun 1921-1922 dan dirancang oleh arsitek Belanda Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels, gedung ini awalnya digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi NILLMIJ. Bergaya arsitektur Art Deco, gedung ini memiliki pilar-pilar tinggi dan jendela besar serta dinding dengan roster untuk sirkulasi udara. Selain sebagai kantor perusahaan asuransi, gedung ini juga berperan penting sebagai kantor radio perjuangan pada masa kemerdekaan dan kini menjadi kantor BNI 46 yang berstatus cagar budaya. Letaknya di pusat kota berdekatan dengan Kantor Pos Besar dan Gedung Agung

Baca Juga: Profil Lee Chae Min aktor Drakor Bon Appetit Your Majesty, yang akan Gelar Fanmeeting di Jakart

Keempat tempat peninggalan Belanda ini sebagai bagian penting warisan budaya Yogyakarta menunjukkan betapa kayanya sejarah kota ini. Melalui pelestarian bangunan-bangunan tersebut, generasi sekarang dan mendatang dapat belajar dan mengapresiasi perjalanan sejarah perkembangan Yogyakarta dari masa kolonial hingga kini.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bangunan #bersejarah #era kolonial