RADAR MALIOBORO – Di balik kemegahan arsitektur Candi Borobudur sebagai kuil Budha terbesar di dunia, Candi ini menyimpan beragam cerita mistis dan pantangan yang sudah melegenda di kalangan masyarakat.
Salah satu mitos yang paling beredar dan paling membuat penasaran adalah larangan bagi pasangan yang belum menikah untuk menaiki atau mengitari candi bersama. Konon, ketika pasangan itu menaiki candi ini, hal lain akan berujuk pada putusnya hubungan asmara mereka.
Selain mitos “putus cinta”, Candi Borobudur juga menyimpan lima mitos paling sakral lainnya, mulai dari arca pengabul doa hingga relief tersembunyi yang dipercaya membawa celaka jika disentuh sembarangan.
Berikut adalah lima mitos sakral yang ada di Candi Borobudur, yang dirangkum melalui berbagai sumber:
1. Kunto Bimo
Sebuah mitos yang paling populer di Candi Borobudur berpusat pada Arca Kunto Bimo. Sebuah patung Buddha yang di dalamnya salah satu stupa berongga, yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan atau mengabulkan permintaan bagi siapa saja yang berhasil menyentuh jarinya.
Meskipun, mitos ini dinilai sangat kuat, kegiatan ini justru tidak diajarkan dalam ajaran Buddha. Selain itu, hal tersebut juga bertentangan dengan konteks keagamaan. Tindakan menyentuh arca ini juga dilarang keras karena dapat merusak kelestarian bangunan candi.
2. Singa Urung
Ketika Anda mengunjungi kompleks candi, Anda akan menemukan dua arca berbentuk singa di sisi kanan dan kiri tangga candi. Dua arca inilah yang dinamakan Singa Urung. Terdapat sebuah mitos, apabila sepasang kekasih melewati antara dua arca tersebut, hubungan mereka akan kandas, atau dalam bahasa jawa ‘urung’ berarti gagal.
3. Jam Raksasa
Bangunan Candi Borobudur diyakini sebagai sebuah jam raksasa yang mengandalkan cahaya matahari. Konon, puncak stuba terbesar akan menjadi titik penanda waktu, di mana bayangannya akan jatuh pada stuba di tingkat bawah. Fakta menariknya adalah arsitek candi memang telah memperhitungkan arah mata angin dengan sangat presisi, sehingga menjadikan keseluruhan struktur candi sebagai penunjuk arah yang sangat akurat.
4. Arsitek Misterius
Keberadaan Candi Borobudur sering dianggap sebagai keajaiban arsitektur karena kemegahannya dibangun pada abad ke-8 tanpa menggunakan teknologi modern. Struktur batuannya didesain sedemikian rupa sehingga tetap berdiri kokoh tanpa memerlukan pelekat seperti semen atau tulangan besi.
Meskipun detail arsiteknya secara pasti masih diselimuti misteri, masyarakat luas secara turun-temurun meyakini bahwa Gunadarma adalah sosok jenius yang bertanggung jawab atas perancangan mahakarya luar biasa ini.
5. Relief Tersembunyi
Menghimpun dari berbagai informasi, terdapat dua buah relief tersembunyi dan jarang diketahui orang. Relief ini berada di bagian bawah dan dipondasi yang tersembunyi. Relief ini dinamakan Kamadhatu yang terdiri dari 160 relief dari Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab akibat.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin