RADAR MALIOBORO – Candi Sojiwan, yang terletak megah di Klaten, Jawa Tengah, adalah bukti nyata kemegahan arsitektur Mataram Kuno dan sebagai simbol toleransi abadi. Meskipun bercorak Buddha, candi ini menyimpan jejak harmonis dari percampuran budaya Buddha dan Hindu, yang terlihat jelas pada relief Jataka yang kaya cerita moral.
Baca Juga: Ini Dia Resep Kue Kacang Yang Mudah Dibuat di Rumah Masing-Masing!
Kisah toleransi ini berakar dari sejarah pendiriannya. Menurut Prasasti Rukam (907 M), Raja Balitung dari kerajaan Mataram Kuno mempersembahkan bangunan suci yang bercirikan agama Buddha untuk neneknya yang sangat dihormati. Raja Balitung beragama Hindu, sedangkan neneknya beragama Buddha. Inilah yang menjadi fondasi historis kerukunan dua keyakinan di situs ini.
Baca Juga: Sidang Cerai Andre Taulany Berlanjut, Komedian Hadiri Tahap Mediasi di Pengadilan Agama Jaksel
Candi Sojiwan kini menawarkan daya tarik wisatawan tinggi, ideal untuk ditambahkan ke daftar kunjungan Anda karena lokasinya berdekatan dengan Candi Prambanan. Berada di area terbuka dengan halaman depan mencapai lebih dari 100 meter, keunikan utama candi ini terletak pada 20 relief di bagian kaki. Relief ini mengisahkan cerita Pancatantra dan Jataka dari India, berupa fabel berisi pesan-pesan moral agama Buddha. Saat ini, terdapat 19 relief di antaranya yang masih tersisa.
Baca Juga: Rahasia Cantik Alami, Ramuan Mandi Daun Pandan, Serai, dan Jeruk Nipis Bikin Tubuh Segar dan Wangi Sepanjang Hari
Dikutip dari lama Direktorat Jenderal Kebudayaan, Candi Sojiwan memiliki keunikan lain yakni menjadi Candi Buddha terbesar kelima di Jawa Tengah. Candi Sojiwan dibangun pada sekitar abad 9 – 10 Masehi, sama dengan candi-candi yang berada di dekatnya seperti halnya Candi Prambanan.
Baca Juga: Batik Kawung, Warisan Keraton yang Menjadi Simbol Kesempurnaan dan Kebanggaan Nusantara
Kini, Candi Sojiwan menjadi wista sejarah yang estetik dan instagramable. Bagi Anda, yang ingin berkunjung kesini, Candi Sojiwan buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Harga tiketnya cukup terjangka, yaitu Rp8.000 untuk dewasa, Rp2.000 untuk anak-anak, dan Rp25.000 untuk wisatawan asing.
Baca Juga: Kisah Angker di Balik Candi Prambanan, Antara Legenda dan Misteri yang Masih Hidup
Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, situs ini siap menyambut Anda untuk menyelami sejarah toleransi dan keindahan arsitektur Mataram Kuno.
(Hanifah Okta Romadhoni)