RADAR MALIOBORO - Ritual Masangin adalah tradisi unik yang berasal dari Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, yang secara harfiah berarti "masuk di antara dua beringin". Ritual ini melibatkan aktivitas berjalan melewati celah di antara dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup menggunakan kain hitam. Tradisi Masangin awalnya berasal dari zaman Kesultanan Yogyakarta sebagai bagian dari ritual Topo Bisu yang dilakukan pada malam 1 Suro, dimana para prajurit dan abdi dalem mengenakan pakaian adat lengkap dan berbaris rapi memulai ritual dari halaman Keraton menuju alun-alun Kidul, melewati pohon beringin.
Secara kultural, ritual ini dipercaya sebagai sarana untuk mencari berkah dan perlindungan dari bahaya atau serangan musuh. Pohon beringin kembar itu sendiri dianggap memiliki kekuatan mistis sebagai tolak bala yang melindungi Keraton Yogyakarta. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa siapa pun yang berhasil melewati dua pohon beringin tersebut dengan mata tertutup menunjukkan bahwa ia memiliki hati yang bersih dan nilai kemurnian sehingga keinginannya akan dikabulkan. Namun, menurut beberapa penjelasan, sebagian besar kegagalan orang yang mencoba Masangin lebih karena kesulitan berjalan lurus dengan mata tertutup, bukan karena aspek mistis semata.
Selain nilai mistis dan budaya, Masangin kini juga dianggap sebagai simbol ketenangan jiwa dan pelatihan konsentrasi. Aktivitas ini bukan hanya ritual mistis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Yogyakarta yang mengundang banyak wisatawan untuk mencoba dan merasakan pengalaman unik berjalan di antara dua beringin kembar yang sakral. Secara filosofi, tradisi ini menggambarkan perjalanan batin dan keyakinan akan kekuatan hati serta kesucian niat seseorang.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin