Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Perbedaan Busana Adat Jawa Surakata Dengan Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 31 Oktober 2025 | 01:14 WIB
Perbedaan Adat Jawa Surakarta Dengan Yogyakarta (pinterest)
Perbedaan Adat Jawa Surakarta Dengan Yogyakarta (pinterest)

RADAR MALIOBORO - Busana adat Surakarta dan Yogyakarta memiliki banyak kemiripan karena keduanya berasal dari kebudayaan yang sama, namun tetap terdapat perbedaan signifikan dalam berbagai aspek busana yang mencerminkan ciri khas masing-masing daerah. 

Pertama, blangkon, yaitu penutup kepala yang dipakai oleh pria adat, memiliki bentuk tonjolan atau mondolan yang berbeda. Pada Yogyakarta, mondolan ini menonjol dan besar sebagai ciri khas untuk menyimpan rambut yang pada zaman dahulu dikenal panjang. Sedangkan di Surakarta, blangkon berbentuk lebih pipih atau cenderung kempes tanpa mondolan yang besar, serta kerap menggunakan model dua pucuk ikatan yang melambangkan dua kalimat syahadat yang dipegang teguh.

Kedua, pada bagian baju atasan pria, Yogyakarta menggunakan surjan yang biasanya bermotif bunga dan memiliki kancing lurus dari atas ke bawah. Sedangkan Surakarta memakai beskap, yaitu baju adat pria yang umumnya polos dan berwarna gelap dengan pola kancing menyamping miring. Beskap berasal dari bahasa Belanda beschaafd yang berarti kebudayaan, memberikan kesan rapi dan formal.

Ketiga, pada bagian kain batik atau jarik yang dipakai sebagai bawahan, perbedaan terletak pada seni lipatan atau wiru. Di Yogyakarta, garis putih di ujung jarik diperlihatkan dan kadang dilipat kecil-kecil, sementara di Surakarta, garis putih tersebut disembunyikan dengan cara dilipat ke dalam. Corak batik pun berbeda, di Yogyakarta didominasi warna putih dengan corak hitam, khususnya motif parang dan lereng yang diatur ketat, sedangkan di Surakarta warna dasar batik lebih ke coklat atau kuning dengan corak putih yang lebih dominan.

Keempat, aksesori dan detail tambahan seperti cara memakai serta kriteria pemilihan pager bagus yang merupakan kain penutup bagian pinggang juga memiliki ciri khas tersendiri di masing-masing daerah. Perbedaan ini mencerminkan estetika dan filosofi yang diwariskan turun-temurun serta merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

(Adessia Miftahullatifah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#yogyakarta #surakarta #busana #perbedaan #adat jawa