RADAR MALIOBORO – Tepat hari ini 45 tahun silam, pada 18 Februari 1981, Letnan Jenderal TNI Benny Moerdani (saat itu Asintel Hankam/ABRI) bersama Kolonel Udara Teddy Rusdy menggelar pertemuan rahasia di Pakistan dengan Jenderal Akhtar Abdur Rahman, Kepala ISI (Inter-Services Intelligence) Pakistan.
Pertemuan itu menjadi titik awal operasi khusus intelijen Indonesia yang dikenal sebagai Operasi Bubut Mabur (atau disebut juga "Permadani Terbang").
Tujuannya: membantu Mujahidin Afghanistan melawan invasi Uni Soviet yang dimulai sejak Desember 1979.
Menurut catatan sejarah yang dibagikan sejarawan Hendri F. Isnaeni melalui akun X-nya (@hendrifisnaeni), Mujahidin membutuhkan senjata kaliber sama dengan yang digunakan pasukan Soviet agar bisa memanfaatkan amunisi rampasan musuh di medan perang.
Dengan persetujuan langsung Presiden Soeharto, Indonesia mengumpulkan ribuan pucuk senjata buatan Soviet dari stok lama era Operasi Trikora (1962) dan Operasi Dwikora (1964–1966) yang tersimpan di berbagai gudang TNI seluruh Indonesia.
Senjata-senjata itu —terutama AK-47 dan amunisinya— kemudian disalurkan secara rahasia melalui jalur ISI Pakistan agar tidak terdeteksi pihak Soviet maupun dunia internasional.
Operasi ini sejalan dengan posisi Indonesia di era Perang Dingin yang anti-komunis dan merapat ke blok Barat pasca-1965.
Insiden Salah Paham di Internal ABRI
Operasi ini sempat memicu kecurigaan internal.
Seorang kapten ABRI melaporkan adanya penumpukan senjata yang diduga untuk kudeta.
Laporan itu sampai ke Kapten Prabowo Subianto (saat itu ajudan Jenderal Wismoyo Arismunandar), yang sempat panik dan berencana menangkap beberapa jenderal senior termasuk Benny Moerdani.
Untungnya, Mayor Luhut Binsar Pandjaitan berhasil menjelaskan bahwa senjata tersebut bukan untuk kudeta, melainkan untuk diekspor ke Mujahidin Afghanistan melalui Pakistan.
Kisah lengkap insiden ini pernah ditulis Hendri F. Isnaeni di Historia.id dengan judul “Isu Senjata untuk Kudeta”.
Konteks Perang Dingin dan Posisi Indonesia
Bantuan Indonesia ini merupakan bagian dari dukungan global anti-Soviet terhadap Mujahidin, yang juga mendapat bantuan besar dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Pakistan, dan bahkan China.
Operasi Bubut Mabur menunjukkan peran aktif intelijen Indonesia di panggung internasional meski dilakukan secara senyap.
Hingga kini, cerita ini masih menjadi salah satu episode menarik dalam sejarah militer dan diplomasi rahasia Indonesia era Orde Baru. (iwa)
Sumber: Utas X Hendri F. Isnaeni (@hendrifisnaeni)
Historia.id
Berbagai literatur sejarah intelijen Indonesia-Pakistan-Afghanistan
Editor : Iwa Ikhwanudin