Operasi Rahasia CIA Project Azorian: Mencuri Rahasia Kapal Selam Nuklir Soviet dari Dasar Laut Pasifik
Editor Content• Kamis, 19 Februari 2026 | 14:23 WIB
Ilustrasi Operasi Rahasia CIA Project Azorian.
RADAR MALIOBORO – Pada tahun 1974, badan intelijen Amerika Serikat (CIA) melancarkan salah satu operasi paling ambisius dan mahal dalam sejarah Perang Dingin.
Dengan biaya sekitar US$800 juta (setara lebih dari Rp12 triliun pada nilai saat ini), CIA berhasil mengangkat sebagian kapal selam nuklir Soviet K-129 dari kedalaman 16.500 kaki (sekitar 5 km) di Samudra Pasifik.
Operasi ini dikenal sebagai Project Azorian.
Kapal selam kelas Golf-II milik Uni Soviet itu tenggelam secara misterius pada Maret 1968 di wilayah Pasifik Utara, sekitar 2.500 km barat laut Hawaii.
Uni Soviet gagal menemukannya, tetapi Angkatan Laut AS mendeteksi suara ledakan hull melalui jaringan hidrofon rahasia.
Lokasi bangkai kapal pun teridentifikasi, lengkap dengan tiga rudal balistik nuklir SS-N-4 dan kemungkinan buku kode kriptologi yang sangat berharga.
Untuk menutupi misi ini, CIA membangun kapal raksasa bernama Hughes Glomar Explorer dengan dalih proyek penambangan mangan nodule di dasar laut yang dikaitkan dengan miliarder eksentrik Howard Hughes.
Kapal ini dilengkapi cakar mekanis raksasa bernama Clementine yang mampu menurunkan pipa sepanjang hampir 5 km untuk menggenggam bangkai kapal selam.
Setelah proses pengangkatan yang penuh ketegangan selama berminggu-minggu, tragedi terjadi di tengah jalan, cakar baja maraging yang rapuh karena tekanan ekstrem patah.
Dua pertiga bagian kapal selam, termasuk ruang rudal dan sebagian besar dokumen rahasia, jatuh kembali ke dasar laut.
Hanya bagian bow (haluan) yang berhasil diangkat ke permukaan.
Di dalamnya ditemukan jenazah enam pelaut Soviet.
Dalam tindakan yang ironis sekaligus menghormati, CIA merekam upacara pemakaman militer lengkap di laut, dengan bendera Soviet dan lagu kebangsaan Uni Soviet, sebelum jenazah dikuburkan dengan penuh hormat.
Meski tidak mencapai target penuh (rudal nuklir utuh dan buku kode lengkap), CIA menganggap Project Azorian sebagai salah satu keberhasilan intelijen terbesar Perang Dingin karena berhasil mendapatkan wawasan berharga tentang teknologi torpedo, sistem senjata, dan kemampuan Soviet.
Operasi ini juga melahirkan frasa legendaris yang masih digunakan hingga kini dalam respons resmi pemerintah AS terhadap informasi sensitif: We can neither confirm nor deny yang kemudian dikenal sebagai Glomar response.
Kisah ini kembali viral setelah diunggah akun X @VisionaryVoid pada 18 Februari 2026, lengkap dengan ilustrasi mekanisme cakar Glomar Explorer yang dramatis.
Hingga kini, cerita Project Azorian tetap menjadi simbol keberanian teknik rekayasa laut dalam sekaligus intrik mata-mata era Perang Dingin. (iwa)
Sumber: Dokumen deklasifikasi CIA, Wikipedia, dan catatan sejarah Naval Institute.