SLEMAN - Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi begal di Kabupaten Sleman mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya di jalan yang sepi, memicu keresahan di kalangan warganet.
Polresta Sleman membenarkan kejadian tersebut.
Insiden pencurian dengan kekerasan itu terjadi di Jalan Balong–Degolan, Dusun Kembangan, Kalurahan Candibinangun, Kapanewon Pakem, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.00 dini hari.
Baca Juga: Sorotan Van Gastel Soal Visi Bermain Pemain Lokal dan Tantangan PSIM Jogja di Super League
Korbannya adalah seorang pria berinisial J, usia 51 tahun, warga Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem.
"Saat hendak berangkat kerja, korban dipepet oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matik berboncengan," ujar PS Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Pelaku tidak hanya menendang kendaraan korban hingga oleng, tetapi juga mengancamnya menggunakan senjata tajam. Argo mengungkapkan bahwa jenis senjata yang digunakan masih dalam penyelidikan. "Untuk senjata yang digunakan, kami masih melakukan pendalaman," katanya.
Baca Juga: Teknik Sederhana Selama 2 Menit untuk Mengalahkan Prokrastinasi dan Membangun Fokus
Setelah mengancam korban, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor Honda Astrea Star/C86 warna hitam milik korban. Tak hanya itu, ponsel dan dompet berisi kartu identitas serta ATM turut raib dibawa pelaku. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai sekitar Rp 4,5 juta.
Argo memastikan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pakem dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Tim dari unit reskrim Polsek Pakem telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan petunjuk dan memeriksa saksi-saksi.
"Kami masih mengejar identitas pelaku. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke kepolisian," tambahnya.
Menyusul kejadian ini, Polresta Sleman mengimbau masyarakat yang memiliki aktivitas pada dini hari untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan menghindari jalan-jalan yang sepi dan gelap jika memungkinkan. Apabila mengalami atau mengetahui tindak kejahatan, warga diminta untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
"Mari kita jaga keamanan lingkungan bersama. Laporkan segera jika melihat hal-hal yang mencurigakan," pungkas Argo.
Kasus begal ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih mengintai, terutama di jam-jam sepi. Dengan kewaspadaan dan kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan tindak kriminalitas seperti ini dapat ditekan dan pelaku segera ditangkap. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja