Kasus Sarah Khalifa Masuk Babak Baru, Vonis Mati Kini Dihadapkan pada Proses Banding

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:41 WIB
Copyright Sara Khalifa/Instagram / Ahmed Kassem Photography
Copyright Sara Khalifa/Instagram / Ahmed Kassem Photography

Perjalanan hukum presenter televisi Mesir Sarah Khalifa memasuki tahap baru setelah dirinya dijatuhi hukuman mati dalam perkara narkotika. Khalifa menjadi salah satu dari 28 terdakwa dalam kasus dugaan produksi dan perdagangan narkotika sintetis yang disidangkan di Pengadilan Kriminal Kairo.

Dalam putusan yang dibacakan pada 5 September 2026, pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada Sarah Khalifa bersama 11 terdakwa lainnya. Hukuman tersebut berupa eksekusi dengan cara digantung.

Selain hukuman mati, para terdakwa yang menerima putusan tersebut juga dikenai denda masing-masing sebesar 500 ribu pound Mesir.

Perkara ini mendapat perhatian luas di Mesir karena melibatkan sejumlah terdakwa yang diduga tergabung dalam jaringan terorganisasi.

Jaksa menuduhkan kelompok tersebut memperoleh berbagai bahan yang kemudian digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis sebelum diedarkan.

Dalam proses penyidikan, aparat disebut menemukan dan menyita lebih dari 750 kilogram narkotika serta bahan terkait. Petugas juga menemukan dua apartemen yang diduga dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan sekaligus tempat produksi narkotika.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kafe Kekinian, Kuliner Rumahan di Lereng Merapi Ini Sajikan Rasa Jawa yang Ngangenin

Sarah Khalifa Tetap Bantah Terlibat

Sejak perkara tersebut bergulir, Sarah Khalifa konsisten membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Presenter tersebut menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas narkotika seperti yang dituduhkan penyidik. Dalam persidangan, Khalifa juga menyampaikan pembelaannya secara emosional sembari tetap mempertahankan klaim bahwa dirinya tidak bersalah.

Meski pengadilan telah menjatuhkan vonis mati, perjalanan hukum Khalifa belum sepenuhnya berakhir.

Putusan tersebut masih dapat ditempuh melalui mekanisme hukum yang tersedia di Mesir. Proses lanjutan akan menjadi kesempatan bagi pihak Khalifa untuk mengajukan upaya hukum terhadap vonis yang telah dijatuhkan.

Perkara hukum Khalifa juga tidak hanya berkaitan dengan kasus narkotika.

Ia turut menghadapi putusan dalam perkara terpisah yang berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap seorang pengemudi.

Baca Juga: Australia Perketat Visa Mahasiswa, Bawa Pasangan dan Anak Bakal Makin Sulit

Dengan adanya proses hukum lanjutan dan perkara lain yang masih berjalan, kasus Sarah Khalifa diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik Mesir dalam waktu mendatang.



Editor : Bahana.
Sarah Khalifa Kasus Narkotika Pengadilan Kairo hukuman mati mesir