Motor Baru Masih Dicicil, Ojol di Pondok Gede Kehilangan Kendaraan Diduga Usai Dihipnotis

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek online yang diduga menjadi korban modus hipnotis hingga sepeda motornya raib di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kendaraan tersebut disebut masih dalam masa cicilan.
Ilustrasi pengemudi ojek online yang diduga menjadi korban modus hipnotis hingga sepeda motornya raib di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kendaraan tersebut disebut masih dalam masa cicilan.

BEKASI – Seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, diduga menjadi korban pencurian sepeda motor dengan modus hipnotis. Kendaraan yang biasa digunakan untuk mencari nafkah itu dilaporkan raib setelah pengemudi mengalami kejadian yang membuatnya kebingungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026) dan kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Informasi awal mengenai kejadian itu disampaikan melalui akun Instagram @novytaiu.

Dalam video yang beredar, pengemudi ojol terlihat berada di sekitar lokasi kejadian dengan kondisi kebingungan. Ia disebut baru saja mengalami kejadian dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Setelah itu, sepeda motor yang digunakan untuk bekerja sudah tidak berada di tempat.

Kendaraan yang hilang diketahui merupakan Honda Beat. Motor tersebut disebut baru dibeli beberapa bulan sebelumnya dan masih dalam masa cicilan. Kondisi tersebut membuat kehilangan kendaraan menjadi persoalan berat bagi korban karena sepeda motor merupakan sarana utama untuk mendapatkan penghasilan sebagai pengemudi ojol.

Baca Juga: Dinding Jebol dan Lapuk, Siswa SD di Bekasi Tetap Belajar di Tengah Ancaman Bangunan Ambruk

Informasi yang beredar di media sosial juga menyebut korban mengalami dugaan hipnotis sebelum sepeda motornya hilang. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai modus pencurian karena informasi yang tersedia sejauh ini masih berasal dari unggahan media sosial dan belum disertai keterangan resmi kepolisian mengenai mekanisme kejadian.

Pihak yang mengunggah informasi tersebut juga menyebut kejadian telah dilaporkan kepada aplikator tempat korban bekerja. Sementara itu, keberadaan kamera pengawas di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu memperjelas rangkaian peristiwa serta mengetahui arah pelarian pelaku.

Kasus tersebut kembali menjadi perhatian karena kehilangan kendaraan bagi pengemudi ojol bukan hanya persoalan kehilangan barang. Sepeda motor merupakan bagian penting dari pekerjaan sehari-hari. Ketika kendaraan hilang, aktivitas mencari penumpang otomatis terganggu, sementara kewajiban cicilan tetap harus dibayarkan.

Beredarnya informasi melalui media sosial membuat kabar kehilangan tersebut lebih cepat diketahui masyarakat. Unggahan mengenai kasus itu juga menjadi sarana untuk meminta bantuan warganet apabila ada yang mengetahui keberadaan kendaraan korban.

Meski demikian, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa kejadian tersebut benar-benar merupakan aksi hipnotis sebelum ada hasil penyelidikan. Informasi dari media sosial tetap perlu dicocokkan dengan keterangan korban, rekaman kamera pengawas, serta penanganan aparat.

Baca Juga: Timuran Jogja Guncang Teras Malioboro 1, Ribuan Penonton Padati Konser Gratis Musik Timur

Kasus ojol di Pondok Gede ini menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan saat berada di jalan maupun ketika berhadapan dengan orang yang tidak dikenal. Bagi pengemudi ojol, sepeda motor bukan sekadar kendaraan pribadi, tetapi juga alat utama untuk mempertahankan penghasilan sehari-hari.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Hipnotis Motor raib ojol ojek online pengemudi