Economy Education Government Action Historia Hukum Lesehan Lifestyle Parliament Politic Sport

Klithih di Magelang Live melalui Akun Medsos Sekolah

Naila Nihayah • 2024-01-15 13:30:00
PECAH: Warga Jurangombo Selatan Zakaria memperlihatkan kaca mobil belakangnya yang pecah akibat dirusak oleh para pelaku kejahatan jalanan pada Minggu dini hari (14/1/2024).
PECAH: Warga Jurangombo Selatan Zakaria memperlihatkan kaca mobil belakangnya yang pecah akibat dirusak oleh para pelaku kejahatan jalanan pada Minggu dini hari (14/1/2024).

 

RADAR MALIOBORO - Tindak kejahatan jalanan atau yang dikenal dengan klithih kembali terjadi di Kota Magelang pada Minggu (14/1) sekitar pukul 02.45. Tepatnya di perempatan klinik Sri Husada, Karet, Jurangombo Selatan, Kota Magelang.

Diketahui segerombolan orang itu membawa senjata tajam (sajam). Mereka menyerang warga serta merusak mobil milik warga setempat. Di media sosial beredar rekaman live satau siaran langsung aksi para pelaku dengan akun Instagram salah satu SMK di Kota Magelang.

Dari video tersebut, rombongan pemotor itu tampak membawa sajam. Lalu, menyerang sejumlah warga yang sedang nongkrong di tepi jalan. Termasuk merusak kaca mobil belakang milik Zakaria Hamzah, 41 yang saat itu tengah di parkir di samping rumahnya.

Zakaria menjelaskan, aksi itu terjadi sekitar pukul 02.45 di lingkungan rumahnya. Ada sekitar 50-an orang yang terlibat dan beberapa di antaranya diketahui membawa sajam. "Malam minggu rawan (kejahatan jalanan). Saya putuskan tidak tidur dan cek CCTV, ternyata sudah aktif," ujarnya saat ditemui.

Selang 30 menit, kecurigaannya benar terjadi. Ada rombongan orang yang memicu keributan di lingkungan rumahnya. Saat dia keluar dan memeriksa keadaan, Zakaria melihat rombongan itu membawa sajam. Dia pun urung membubarkannya.

Sebetulnya, kata Zakaria, rombongan pemotor itu memang tengah mencari 'mangsa' di Mertoyudan. Tapi, tidak ada orang dan melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya rombongan yang merupakan remaja itu pun melintasi Jalan Sultan Agung, Karet, Jurangombo Selatan.

Ternyata, di tepi jalan, ada banyak pemuda yang nongkrong. Kemudian, lanjut dia, rombongan orang yang paling belakang merasa dilempari sesuatu. Lantas, rombongan paling depan berbalik arah setelah mendengar kabar tersebut.

Akhirnya, mereka mengejar para pemuda yang sedang nongkrong tersebut hingga masuk ke perkampungan Gang V RT 5/RW 7. Dari situ, terjadilah aksi kejar-kejaran dan rombongan itu mengeluarkan sajam.

Merasa tersulut emosi, para pemuda itu juga membalas mereka dengan mengejarnya ke arah Taman Makam Pahlawan (TMP) Giriloyo. Bahkan, lanjut Zakaria, kedua kelompok tersebut kembali terlibat tawuran di Gang V. Aksi saling lembar batu tidak terelakkan.

Karena suasana semakin tidak kondusif, dia memberi kabar kepada Babinsa setempat. Babinsa itu lantas meminta bantuan Polsek Magelang Selatan. Akhirnya, rombongan tersebut bubar usai polisi datang. Polisi sempat mengejar rombongan itu dan berhasil menangkap dua orang.

Setelah dirasa aman, Zakaria segera memeriksa mobil Toyota Agya merah bernomor polisi AA 1578 HA itu. "Kaca belakang mobil saya pecah. Kaca depan juga, tapi sedikit. Saya pikir karena lemparan batu, ternyata sajam," ungkapnya.

Kejadian seperti ini memang baru kali pertama terjadi di lingkungannya. Tapi, sudah beberapa kali ada rombongan pemotor dan membawa sajam melintas di Karet. "Meresahkan (kejahatan jalanan). Untuk antisipasinya, mungkin (anak muda) jangan banyak nongkrong di pinggir jalan, rawan. Kalau di kampung, tidak masalah," imbuhnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Herlina menjelaskan, saat ini polisi tengah menyelidiki terkait tindak kejahatan jalanan tersebut. Nantinya, ada beberapa saksi yang dihadirkan untuk dimintai keterangan. "Namun, harusnya ini (kejahatan jalanan) menjadikan hal yang memprihatinkan bagi kita semuanya," sebut dia.

Herlina menyebut, dari peristiwa tersebut, kaca belakang kendaraan roda empat milik warga setempat pecah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. "Mobil itu milik warga yang diparkir di pinggir jalan," paparnya.

Terkait dengan dugaan aksi kejahatan dengan melakukan siaran langsung di Instagram, polisi masih mendalami hal itu. Apalagi akun Instagram tersebut menggunakan nama salah satu sekolah kejuruan di Kota Magelang. "(Live) masih didalami reskrim. Nanti update-nya kami sampaikan," sambungnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Live instagram #toyota agya #magelang #klithih #Polsek Magelang Selatan #taman makam pahlawan