RADAR MALIOBORO - Sebuah candaan yang tidak pada tempatnya kembali terjadi dan mengganggu dunia penerbangan Indonesia.
Kali ini, seorang penumpang maskapai Pelita Air membuat heboh dengan bercanda tentang bom di pesawat.
Akibatnya, penerbangan terpaksa ditunda selama berjam-jam, menimbulkan kerugian bagi maskapai, penumpang, dan pihak lainnya.
Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, kejadian tidak terduga melanda pesawat Pelita Air yang hendak menempuh rute Surabaya-Jakarta (SUB-CGK) dari Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo pada Rabu (6/12/2023).
Semua berawal dari seorang penumpang yang membuat ucapan kontroversial, menyebut dirinya membawa bom, dengan niatan bercanda.
Namun, ucapan yang seharusnya hanya sebagai candaan ini memicu respon cepat dari kru pesawat, sesuai protokol keamanan penerbangan.
Dalam sekejap, keputusan dibuat: penerbangan harus dibatalkan untuk melakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh.
Penumpang berinisial SHW, duduk di seat 14B, diturunkan dari pesawat untuk dilakukan proses pemeriksaan ketat oleh petugas keamanan.
Meskipun hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tidak ada keberadaan bom, kejadian ini tetap membuat gelombang kekhawatiran dan keterlambatan bagi Pesawat Pelita Air dengan nomor penerbangan IP 205 yang sedianya menuju Jakarta.
Sisyani Jaffar, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, mengonfirmasi bahwa insiden ini memaksa pesawat dialihkan ke area parkir terisolasi.
Tim gabungan Bandara Juanda kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun hasilnya nihil—tidak ada ancaman bom yang terbukti ada.
Namun, apa yang membuat insiden ini semakin mencuri perhatian adalah tanggapan dari berbagai pihak.
Penumpang yang bersangkutan akhirnya diamankan dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda.
Meskipun begitu, operasional penerbangan lainnya tidak terpengaruh dan berjalan seperti biasa.
Sebelum kejadian ini tersebar di media sosial, informasi mengenai keterlambatan penerbangan Pesawat Pelita Air IP 205 sudah beredar di platform WhatsApp.
Pesan di WhatsApp tersebut mencatat adanya penurunan penumpang dari pesawat dan kehadiran petugas keamanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain informasi, foto-foto juga beredar luas. Salah satunya menampilkan sejumlah petugas yang berkumpul di sekitar pesawat Pelita Air.
Dalam foto tersebut, tampak petugas berpakaian seragam penjinak bom, pramugari, pilot, dan petugas bandara dengan seragam berwarna hijau.
Kejadian ini menjadi sorotan di tengah kekhawatiran akan keamanan penerbangan dan menyita perhatian publik atas protokol keamanan yang ketat. (Doni Saputera/Radar Jogja)
Baca Juga: Populasi Semakin Berkurang, 4 Ribu Sekolah di Koreea Selatan Terancam Ditutup
Editor : Meitika Candra Lantiva