Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hacker Ini Sebut Pengakuan Saka Tatal Bohong Pasca Bebas Penjara di Kasus Vina Cirebon: Dia Mengenal 3 Pelaku DPO

Adinda Ayu Farhani • Selasa, 21 Mei 2024 | 18:53 WIB
Saka Tatal didampingi kuasa hukumnya TItin Prialianti dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Saka Tatal didampingi kuasa hukumnya TItin Prialianti dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon.

RADAR MALIOBORO - Kasus pembunuhan Vina Cirebon pun menyita perhatian para hacker yang kini kembali menjadi sorotan.


Hacker ini mengatakan Saka Tatal yang terdakwa membunuh Vina Cirebon yang kini sudah bebas dari penjara berbohong.


Pasalnya, Saka Tatal, 23, mengaku hanya menjadi korban salah tangkap polisi dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon.


Saka Tatal bersikeras menegaskan bahwa dirinya dipaksa mengakui keterlibatannya dalam kasus Vina Cirebon.


Petugas menggunakan berbagai bentuk penganiayaan mulai dari pemukulan hingga distrum untuk mendapatkan pengakuan dari Saka Tatal saat itu.


Dalam penampilannya dihadapan publik, Saka Tatal menegaskan dirinya tidak bersalah atas kematian Vina dan Eki di Cirebon.


Berbeda dengan hacker tanpa nama @voltcyber_v2 yang juga turut mengikuti dalam insiden viral ini.

Menurutnya, Saka Tatal tahu betul para pelaku di balik meninggalnya Vina Cirebon.


Akun hacker tersebut meminta pihak berwenang menyelidiki kembali kematian Vina Cirebon.


Pemilik akun Instagram tersebut merasa aneh karena Saka Tatal mengaku menjadi korban penangkapan palsu, namun sebenarnya mengenal 6 penjahat lain yang juga ditangkap bersamaan dengannya.


"Saka yang katanya salah tangkap tapi sebenarnya dia mengenal 3 pelaku DPO," tulis unggahan akun Instagram tersebut.


Selain itu, delapan tersangka yang diadili sekaligus menarik BAP-nya.

Sehingga, diduga ada pihak lain yang melakukan intervensi terhadap delapan tersangka tersebut.


Sang hacker juga menuturkan, Kapolres Cirebon yang menjabat pada 2016 saat Vina meninggal, sebenarnya mengenal pelaku ketiga DPO tersebut.


"So, Saka itu memang pelaku dan bukan korban salah tangkap," tegasnya.


Diduga pihak-pihak sedang melancarkan strategi lain agar kasus Vina Cirebon tidak mudah terbongkar.


"Ada indikasi pihak lawyer membelokkan berkas agar skenario berubah," sambungnya.


Selain itu, hacker juga membuka kemungkinan bahwa ketiga DPO yang dicari tersebut ternyata hanya fiktif semata.


"Jika 3 DPO itu tidak ada pasti asumsi skenario bertujuan untuk meringankan hukuman 8 tersangka tersebut, makanya kenapa 8 tersangka tersebut tiba-tiba merubah keterangannya karena dengan alasan otak pembunuhnya kabur dan status DPO jadi hukuman 8 tersangka ini bisa diringankan," pungkasnya.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pengakuan #kasus vina cirebon #viral #bebas penjara #dpo #bohong #hacker #Mengenal 3 Pelaku DPO #kematian Vina dan Eki #insiden #polisi #saka tatal