Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

La Nyalla dan Penggeledahan KPK: Ancaman bagi Kepercayaan Publik pada Lembaga Olahraga

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 17 April 2025 | 22:09 WIB
La Nyala Mahmud Mataliyi berpidato usai pengambil Sumpah Pimpinan DPD RI oleh Ketua Mahkamah Agung.
La Nyala Mahmud Mataliyi berpidato usai pengambil Sumpah Pimpinan DPD RI oleh Ketua Mahkamah Agung.

RADAR MALIOBORO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua rumah milik anggota DPD RI sekaligus mantan Ketua KONI Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, pada Minggu (14/4/2025).

Selain kediamannya di kawasan Mulyorejo, Surabaya, KPK juga menyasar kantor KONI Jatim dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah dari APBD Jatim periode 2019–2022.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penggeledahan tersebut terkait jabatan La Nyalla saat memimpin KONI.

“(Digeledah) terkait dengan penyidikan perkara dana hibah, pada saat yang bersangkutan sebagai ketua KONI,” ujarnya.

Dua koper berisi barang bukti turut dibawa dari kantor KONI Jatim, meski KPK belum merinci isinya.

La Nyalla sendiri membantah terlibat dan menyatakan tidak mengenal tersangka utama, Kusnadi.

“Saya tidak tahu, tidak kenal, tidak ada urusan,” kata La Nyalla

La Nyalla sebelumnya juga pernah menjadi tersangka dalam kasus penyimpangan dana hibah saat menjabat Ketua Kadin Jatim, meskipun tak berujung vonis.

Ini memperkuat anggapan publik bahwa figur sentral di organisasi olahraga kerap terseret kasus serupa.

Total 21 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Empat diduga penerima suap, sementara sisanya pemberi.

KPK didesak untuk membuka hasil penggeledahan secara transparan demi menepis spekulasi dan menegakkan akuntabilitas.

La Nyalla melalui kerabatnya menyatakan rumahnya telah digeledah, namun tidak ditemukan barang bukti signifikan.

Ia juga meminta KPK untuk terbuka soal hasil penggeledahan.

Kasus ini bukan sekadar soal hukum, tetapi juga menyangkut marwah dunia olahraga nasional.

Masyarakat kini menunggu pembuktian dari KPK, serta reformasi serius dari KONI untuk mengembalikan kepercayaan publik. (Affan Yunas Hakim)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#penggeledahan kpk #la nyalla #anggota dpd ri #ancaman #Lembaga olahraga #kepercayaan publik #korupsi