Trump Ancam Bombardir Pembangkit Listrik Iran dalam 2-3 Pekan ke Depan, Pidato dari Gedung Putih Picu Harga Minyak Melonjak ke Atas $103 per Barel

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 13:46 WIB
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidatonya di Parlemen Israel, Knesset. (Tangkapan Layar/YouTube The White House)
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidatonya di Parlemen Israel, Knesset. (Tangkapan Layar/YouTube The White House)

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato langsung kepada rakyat Amerika dari Gedung Putih pada 1 April 2026, memberikan update satu bulan Operasi Epic Fury.

Operasi militer gabungan AS-Israel ini menargetkan angkatan laut, angkatan udara, fasilitas nuklir, rudal balistik, serta jaringan teror Iran.

Trump menyatakan tujuan utama operasi sudah mendekati penyelesaian dengan kemenangan cepat, namun memperingatkan akan melanjutkan serangan “sangat keras” selama dua hingga tiga minggu mendatang, termasuk terhadap pembangkit listrik jika Iran tidak mencapai kesepakatan.

Dalam pidato tersebut, Trump menegaskan bahwa angkatan laut Iran “sudah lenyap”, angkatan udaranya hancur, kepemimpinan rezim banyak yang tewas, dan kemampuan rudal serta nuklirnya telah sangat terdegradasi.

Baca Juga: Hotel Legendaris di Malioboro Yogyakarta Kini Berganti Nama dan Berbintang Lima, Arsitektur Kolonial Memadukan Keanggunan Eropa dengan Estetika Jawa

Ia mengucapkan terima kasih kepada sekutu utama seperti Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain atas dukungan mereka dalam operasi ini. 

“Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat, kami akan memukul Iran dengan sangat keras, termasuk pembangkit listrik mereka,” ujar Trump, seraya menekankan bahwa AS tidak bergantung pada minyak Iran atau Selat Hormuz, meski blokade di selat tersebut terus mengganggu pasokan global.

Pidato Trump langsung memicu gejolak pasar keuangan dunia. S&P 500 futures anjlok tajam, dengan nilai pasar saham AS dilaporkan turun hingga $550 miliar.

Sementara itu, harga minyak mentah melonjak melampaui $103 per barel akibat kekhawatiran pasokan global yang semakin terganggu.

Baca Juga: Duta "Ngopo" Diamankan Polresta Yogyakarta, Pelaku Viral di Jalan Kerto Umbulharjo Jalani Proses Hukum

Tak lama setelah pidato, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal balasan terhadap Israel, menambah ketegangan di Timur Tengah.

Situasi ini menjadi sorotan utama bagi investor dan pelaku ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia yang sangat bergantung pada impor minyak.

Bagi Indonesia sebagai negara importir minyak terbesar di Asia Tenggara, kenaikan harga minyak dunia ini berpotensi menekan inflasi, subsidi BBM, dan daya beli masyarakat.

Pengamat ekonomi di Yogyakarta mengingatkan bahwa fluktuasi harga minyak global bisa berdampak pada harga bahan bakar dan transportasi di wilayah DIY.

Baca Juga: PS6 Dipamerkan di Tokyo? Video Viral di X Ternyata April Fools (April Mop) Prank, Sony Fans Heboh

Pemerintah Indonesia diharapkan terus memantau perkembangan konflik AS-Israel versus Iran ini. Operasi Epic Fury yang dimulai akhir Februari 2026 ini telah memasuki bulan kedua dan menimbulkan dampak geopolitik luas, termasuk gangguan pasokan energi dunia.

Trump menegaskan bahwa tujuan operasi adalah melindungi keamanan Amerika dan sekutu dari ancaman teror serta nuklir Iran, serta memastikan rezim tersebut tidak lagi menjadi ancaman bagi stabilitas regional. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Trump pidato Iran Operation Epic Fury serangan AS Israel ke Iran harga minyak 103 dolar pembangkit listrik Iran