WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George untuk segera pensiun efektif hari ini, Kamis (2 April 2026).
Keputusan mendadak ini dikonfirmasi Pentagon di tengah konflik militer AS dengan Iran yang masih berlangsung.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN bahwa Hegseth langsung meminta Jenderal George mundur dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan dalam unggahan di X (Twitter), “Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 efektif segera.
Departemen Pertahanan mengucapkan terima kasih atas pengabdian puluhan tahun Jenderal George kepada bangsa kami. Kami mendoakan yang terbaik dalam masa pensiunnya.”
Jenderal Randy George menjabat sejak September 2023, di era pemerintahan sebelumnya, dan memiliki hubungan dekat dengan mantan Menteri Pertahanan Lloyd Austin.
Jabatan ini biasanya berlangsung empat tahun, sehingga pemecatan ini memotong masa tugasnya lebih dari setahun lebih awal.
Langkah ini merupakan bagian dari gelombang besar perombakan kepemimpinan di Pentagon yang dilakukan Hegseth.
Selain George, dua perwira senior Angkatan Darat lainnya juga diberhentikan. Pejabat senior Pentagon menyebutkan bahwa ini saatnya untuk “perubahan kepemimpinan di Angkatan Darat” agar lebih selaras dengan visi Presiden Donald Trump dan Hegseth.
Belum ada penjelasan resmi dari Hegseth maupun Pentagon mengenai alasan pasti di balik pemecatan ini.
Namun, banyak pihak di media sosial dan analis militer berspekulasi bahwa keputusan ini terkait perbedaan pandangan strategi dalam perang melawan Iran, termasuk rencana operasi darat yang berisiko tinggi.
Beberapa komentar di X menyebutkan George mungkin menolak mengirim pasukan darat ke “perangkap maut” atau mengkritik rencana eskalasi konflik. Spekulasi ini muncul karena pemecatan terjadi saat perang dengan Iran memasuki fase intensif, dan Hegseth dikabarkan ingin memasang pemimpin yang lebih mendukung kebijakan administrasi Trump.
Baca Juga: Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Pakar UGM ungkap Dampak dan Strategi Mitigasi
Jenderal Christopher LaNeve, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, kini menjadi pejabat sementara menggantikan George.
Pemecatan ini menimbulkan gelombang reaksi beragam. Pendukung pemerintahan Trump melihatnya sebagai langkah membersihkan “old guard” dan menegakkan kontrol sipil atas militer sesuai Konstitusi. Sementara itu, kritikus menyebut keputusan ini terlalu mendadak dan berisiko mengganggu stabilitas kepemimpinan militer di saat perang.
Ini menjadi salah satu perombakan terbesar di Pentagon selama operasi tempur aktif dalam beberapa tahun terakhir. Perang dengan Iran telah memasuki minggu-minggu krusial, dengan potensi eskalasi yang terus diawasi dunia internasional. (iwa)
(Sumber: CNN, Pentagon, Military Times, Fox News, dan laporan terkait lainnya)
Editor : Iwa Ikhwanudin