Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Korea Selatan Setuju Transfer Prototipe KF-21 Boramae ke Indonesia Senilai Rp8,4 Triliun, Dorong Penguatan TNI AU

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 7 April 2026 | 11:50 WIB
JET TEMPUR KF-21 BORAMAE: Pemerintah Korea Selatan secara resmi menyetujui transfer satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae (prototipe kelima) beserta data dan teknologi pengembangan ke Indonesia.
JET TEMPUR KF-21 BORAMAE: Pemerintah Korea Selatan secara resmi menyetujui transfer satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae (prototipe kelima) beserta data dan teknologi pengembangan ke Indonesia.

 SEOUL  – Kabar gembira bagi pertahanan Indonesia. Pemerintah Korea Selatan secara resmi menyetujui transfer satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae (prototipe kelima) beserta data dan teknologi pengembangan ke Indonesia.

Kesepakatan bernilai total sekitar 600 miliar won (sekitar Rp8,4 triliun) ini menjadi angin segar bagi penguatan armada TNI Angkatan Udara menjelang produksi massal pesawat tempur generasi 4.5 tersebut. 

Menurut laporan dari parlemen Korea Selatan dan DAPA (Defense Acquisition Program Administration), transfer ini mencakup:

350 miliar won untuk prototipe KF-21 single-seat yang telah digunakan untuk uji radar AESA dan pengisian bahan bakar di udara.
174,2 miliar won untuk biaya partisipasi (gaji personel riset Indonesia) dan transfer teknologi.
75,8 miliar won untuk penyediaan data pengembangan. 

Baca Juga: Evakuasi KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes Rampung, Jalur Kereta Api Kembali Dibuka dengan Pembatasan Kecepatan

Total nilai transfer ini setara dengan kontribusi akhir Indonesia dalam proyek bersama senilai 600 miliar won.

Hingga saat ini, Indonesia telah membayar 536 miliar won, dan sisanya 64 miliar won akan dilunasi paling lambat Juni 2026.

Setelah pelunasan penuh, transfer pesawat prototipe dan data teknis akan segera dilakukan. 

Proyek KF-21 Boramae merupakan kerja sama pengembangan jet tempur antara Korea Selatan dan Indonesia sejak 2015.

Awalnya Indonesia berkomitmen menanggung 20% biaya pengembangan (sekitar 1,6 triliun won), dengan imbalan transfer teknologi dan satu prototipe.

Baca Juga: Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia dari Bumi: 406.700 Kilometer di Belakang Bulan, Misi NASA Kembali Pulang

Namun karena kendala ekonomi, kesepakatan direvisi menjadi 600 miliar won pada 2025, disertai penyesuaian ruang lingkup transfer teknologi.Jet tempur KF-21 Boramae dirancang sebagai pesawat tempur multirole generasi 4.5 dengan kemampuan supercruise, radar AESA canggih, dan senjata modern.

Indonesia berencana memesan puluhan unit KF-21 untuk menggantikan armada tua dan memperkuat pertahanan udara nasional.

Kesepakatan ini juga membuka peluang lebih besar bagi industri pertahanan dalam negeri, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam perakitan dan pemeliharaan.

Menteri Pertahanan RI (saat itu) Prabowo Subianto sebelumnya telah membahas penguatan kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan, termasuk potensi pembelian 16 unit KF-21 Block 2.

Transfer prototipe ini diharapkan mempercepat adaptasi teknologi dan pelatihan pilot TNI AU.

Baca Juga: KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes, Puluhan Kereta dari dan ke Jogja Dibatalkan atau Dialihkan, Update KAI untuk Penumpang 7 April 2026

Pihak Kementerian Pertahanan RI belum memberikan komentar resmi terkait jadwal kedatangan prototipe tersebut.

Namun, langkah ini menandakan komitmen kuat kedua negara untuk melanjutkan proyek strategis KF-21 Boramae demi kedaulatan pertahanan udara Indonesia. (iwa)

(Sumber: Yonhap, Korea JoongAng Daily, dan laporan parlemen Korea Selatan per 7 April 2026)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#KF21 Boramae #prototipe KF21 #transfer KF21 ke Indonesia #jet tempur Korea Selatan #Kerja Sama Pertahanan Indonesia Korsel