Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Dua Minggu, Tanpa Senjata Nuklir, Selat Hormuz Dibuka, Militer AS Tetap Siaga

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 9 April 2026 | 15:12 WIB
Selat Hormuz.
Selat Hormuz.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

Kesepakatan ini mensyaratkan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, Selat Hormuz dibuka secara aman dan bebas, serta pasukan militer AS tetap berada di posisinya untuk memastikan kepatuhan. 

Pengumuman ini disampaikan Trump melalui Truth Social hanya sekitar 1,5 jam sebelum batas waktu ultimatum yang ia berikan.

Trump menyatakan bahwa militer AS telah mencapai semua tujuan operasi dan siap melanjutkan negosiasi perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Baca Juga: Israel Lancarkan Operasi Eternal Darkness, Lebih dari 100 Serangan Udara ke Hizbullah di Beirut, Selatan Lebanon dan Lembah Bekaa, 254 Tewas

Menurut Trump, Iran telah menyampaikan proposal 10 poin yang dianggap sebagai dasar workable untuk perundingan.

Selama dua minggu ke depan, AS menghentikan serangan terhadap Iran, sementara Iran wajib membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan.

AS bahkan siap membantu mengatur lalu lintas kapal di selat tersebut yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. 

“NO NUCLEAR WEAPONS dan Selat Hormuz WILL BE OPEN & SAFE,” tulis Trump dalam unggahannya.

Ia menegaskan bahwa seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS akan tetap “in place” di sekitar Iran hingga kesepakatan akhir tercapai.

Baca Juga: Ghalibaf Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata Iran, Tak Ada Hentikan Serangan di Lebanon, Drone Israel Masuk, Hak Pengayaan Uranium Ditolak

Jika kesepakatan gagal, Trump mengancam akan melanjutkan aksi militer dengan skala yang lebih besar. 

Meski demikian, kesepakatan ini langsung menuai kontroversi.

Iran mengklaim gencatan senjata juga mencakup Lebanon, sementara AS dan Trump menegaskan bahwa Lebanon adalah “separate skirmish” yang tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.

Pakistan, yang berperan memediasi, sempat menyatakan kesepakatan mencakup Lebanon, namun pernyataan itu dibantah pihak AS. 

Belum lama setelah pengumuman, muncul laporan bahwa Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon.

Baca Juga: Drone Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah di Gaza Meski Gencatan Senjata: Korban ke-262 Sejak 2023

Gedung Putih menyebut laporan penutupan tersebut “false” dan menegaskan bahwa lalu lintas kapal di selat mulai meningkat.

Namun, ketegangan tetap tinggi karena Israel melanjutkan serangan di Lebanon meski gencatan senjata AS-Iran telah diumumkan.

Perundingan lanjutan antara AS dan Iran dijadwalkan digelar di Islamabad, Pakistan, mulai Jumat atau Sabtu mendatang.

Wakil Presiden AS JD Vance disebut akan memimpin delegasi Amerika.

Kesepakatan sementara ini langsung berdampak pada pasar global.

Baca Juga: Momen Viral di DPR, Menteri Pariwisata Bingung Jelaskan Anggaran Rp1,46 Triliun, Saleh Daulay Beri Deadline 5 Hari

Harga minyak dunia turun tajam setelah pengumuman, karena Selat Hormuz yang aman berarti pasokan energi tidak terganggu.

Banyak pihak menyambut gencatan senjata sebagai langkah positif menuju perdamaian, meski banyak analis memperingatkan bahwa kesepakatan ini masih sangat rapuh dan bisa runtuh kapan saja.

Pihak Iran dan AS sama-sama mengklaim kemenangan.

Trump menyebut ini “total and complete victory” bagi Amerika, sementara Iran menyatakan telah berhasil mempertahankan posisinya. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Trump Iran gencatan senjata #gencatan senjata AS Iran #senjata nuklir Iran #donald trump #selat hormuz