
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara soal gelombang misterius hilangnya dan kematian 10 ilmuwan serta pakar militer AS yang banyak terlibat dalam proyek penelitian sensitif seperti nuklir, antariksa, dan aerospace.
Trump menyebut kasus ini "pretty serious stuff" (hal yang sangat serius) dan berharap semuanya hanya kebetulan semata, meski ia baru saja menggelar rapat khusus membahasnya.
Berbicara kepada wartawan di South Lawn Gedung Putih pada Kamis (16 April 2026), Trump mengatakan, “Saya harap ini random, tapi kita akan tahu dalam waktu satu setengah minggu ke depan. Saya baru saja keluar dari rapat tentang hal ini. Ini pretty serious stuff. Beberapa dari mereka orang-orang yang sangat penting, dan kita akan memeriksanya.”
Kasus-kasus yang mencuat antara lain:
Baca Juga: Terobosan CRISPR dari China: HIV Bisa Dihapus dari DNA Sel Manusia, Harapan Baru Obati AIDS?
Retired Maj. Gen. William “Neil” McCasland, mantan jenderal Angkatan Udara AS yang hilang dari rumahnya di Albuquerque, New Mexico, sejak 27 Februari 2026. Ia dikenal terlibat dalam program luar angkasa dan sempat dikaitkan dengan isu Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) atau UFO.
Carl Grillmair, astrofisikawan ternama dari Caltech yang tewas ditembak di rumahnya di Llano, California, pada Februari 2026. Seorang tersangka telah ditangkap dalam kasus ini.
Monica Reza, insinyur NASA JPL yang hilang saat hiking di Angeles National Forest, California, sejak Juni 2025. Ia adalah ahli material roket yang pernah bekerja di bawah pengawasan McCasland.
Selain ketiganya, setidaknya tujuh kasus lain sejak pertengahan 2024 melibatkan pakar dengan akses ke informasi rahasia nuklir dan teknologi antariksa.
Beberapa kasus tampak terisolasi, namun pola yang muncul memicu spekulasi luas di media sosial, termasuk dugaan keterlibatan asing atau isu UFO.
Anggota Kongres Eric Burlison (R-MO) telah mendesak FBI untuk segera menyelidiki, dengan mencurigai adanya ancaman dari luar negeri terhadap personel kunci Amerika.
“Kehilangan multiple ilmuwan dan personel militer dengan kaitan riset canggih sangat mengkhawatirkan. Saya sudah meminta keterlibatan FBI,” kata Burlison.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Jika benar, ini pasti sesuatu yang layak kami selidiki,” ujar Leavitt dalam briefing pers.
Trump menekankan bahwa pihaknya berharap semua kasus ini murni kebetulan, namun pemerintah akan memastikan fakta secepatnya dalam waktu dekat.
“Kita akan tahu apakah ini random atau ada hubungannya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, FBI dan lembaga terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan adanya kaitan antar kasus.
Publik Amerika dan komunitas sains internasional terus memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat implikasinya terhadap keamanan nasional dan riset teknologi strategis AS. (iwa)
(Sumber: Pernyataan resmi Presiden Trump, Gedung Putih, dan laporan media internasional)
Editor : Iwa Ikhwanudin