HUNTSVILLE, ALABAMA – Kasus kematian ilmuwan yang terlibat dalam penelitian teknologi canggih kembali menjadi sorotan.
Daily Mail US baru-baru ini mempublikasikan laporan yang menyebut kematian Amy Eskridge sebagai “ilmuwan ke-11” yang ditemukan meninggal, meski kasusnya terjadi pada Juni 2022.
Berita ini memicu diskusi luas di media sosial tentang pola kematian dan hilangnya para peneliti di bidang antigravitasi, propulsi luar angkasa, serta program nuklir rahasia Amerika Serikat.
Amy Catherine Eskridge, seorang ilmuwan berusia 34 tahun asal Huntsville, Alabama, dikenal sebagai pendiri dan presiden Institute for Exotic Science.
Ia aktif meneliti modifikasi gravitasi (gravity modification) dan teknologi antigravitasi yang berpotensi merevolusi propulsi pesawat serta sumber energi baru.
Bersama ayahnya, Richard Eskridge (mantan insinyur NASA), ia pernah mempresentasikan karya tentang anti-gravitasi di depan komunitas ilmiah Huntsville Alabama L5 Society pada 2018.
Menurut laporan, Eskridge sempat menyuarakan kekhawatiran akan pelecehan, serangan energi terarah (directed energy attacks), dan ancaman dari pihak tertentu sebelum meninggal dunia pada 11 Juni 2022.
Penyebab kematiannya secara resmi disebut bunuh diri akibat luka tembak.
Namun, beberapa kalangan di komunitas UAP (Unidentified Anomalous Phenomena) dan peneliti independen meragukan kesimpulan tersebut, mengaitkannya dengan upaya “pembungkaman” pengetahuan sensitif tentang teknologi eksotis.
Baca Juga: Terobosan CRISPR dari China: HIV Bisa Dihapus dari DNA Sel Manusia, Harapan Baru Obati AIDS?
Kasus Eskridge kini dijadikan bagian dari daftar yang lebih panjang.
Sejak 2023 hingga 2026, setidaknya 8 hingga 10 ilmuwan dan insinyur yang terlibat dalam proyek NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), penelitian fusi nuklir, pelacakan asteroid, serta program UFO/nuklir Angkatan Udara AS dilaporkan meninggal atau hilang secara misterius.
Beberapa nama yang disebut termasuk:
Michael David Hicks (NASA JPL, 2023) – Peneliti asteroid dan komet.
Frank Maiwald (NASA JPL, 2024) – Peneliti instrumen luar angkasa.
Monica Reza (NASA JPL, 2025) – Hilang saat hiking.
Anthony Chavez (Los Alamos National Laboratory, 2025) – Hilang.
Serta beberapa kasus lain yang terkait dengan teknologi nuklir dan aerospace rahasia.
Pemerintah AS, termasuk Gedung Putih di bawah administrasi saat ini, disebut sedang meninjau laporan-laporan ini.
Belum ada investigasi resmi yang menyimpulkan adanya pola atau konspirasi, namun kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena banyak korban bekerja di fasilitas sensitif seperti Redstone Arsenal di Huntsville – pusat riset roket dan pertahanan AS.
Huntsville sendiri dijuluki “Rocket City” dan menjadi lokasi penting bagi Marshall Space Flight Center NASA.
Eskridge pernah menyatakan bahwa “disclosure” (pengungkapan) besar tentang teknologi canggih kemungkinan akan berasal dari Huntsville, yang ia sebut sebagai “the biggest f*cking deal on the planet” untuk keamanan nasional dan aerospace.
Meski demikian, banyak pihak mengingatkan bahwa sebagian besar kasus memiliki penjelasan medis atau pribadi, dan klaim konspirasi belum didukung bukti forensik kuat.
Institute for Exotic Science yang didirikan Eskridge dilaporkan dibubarkan beberapa bulan setelah kematiannya.
Fenomena ini terus memicu perdebatan di kalangan ilmuwan, komunitas UFO, dan netizen.
Apakah ini sekadar kebetulan tragis, atau ada sesuatu yang lebih besar di balik kematian para “pemikir gravitasi” dan peneliti teknologi terdepan? (iwa)
(Sumber: Daily Mail US)
Editor : Iwa Ikhwanudin