Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Indonesia Ikut Kecam Keras Israel Angkat Dubes untuk Somaliland, Disebut Langgar Kedaulatan Somalia

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 19 April 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi pengakuan Israel terhadap Somaliland. Dianggap melanggar kedaulatan Somalia di Tanduk Afrika. (AI Image Generator)
Ilustrasi pengakuan Israel terhadap Somaliland. Dianggap melanggar kedaulatan Somalia di Tanduk Afrika. (AI Image Generator)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama sembilan negara lain, termasuk Arab Saudi dan Mesir, mengeluarkan pernyataan bersama mengecam keras penunjukan Michael Lotem sebagai utusan diplomatik Israel ke Somaliland. Langkah Israel ini dinilai sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Federal Somalia.

Pernyataan bersama tersebut dirilis Sabtu (18 April 2026) oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun resmi @KSAMOFA di platform X. Negara-negara yang ikut menandatangani meliputi Mesir, Somalia, Sudan, Libya, Bangladesh, Aljazair, Palestina, Turki, dan Indonesia.

"Menteri Luar Negeri dari kerajaan-kerajaan dan republik-republik tersebut mengutuk dengan keras pengumuman Israel tentang penunjukan utusan diplomatik ke yang disebut 'Somaliland', karena dianggap pelanggaran serius terhadap kedaulatan Republik Federal Somalia serta kesatuan dan integritas wilayahnya," bunyi pernyataan tersebut.

Penunjukan Michael Lotem sebagai duta besar non-residen pertama Israel untuk Somaliland dilakukan pada pertengahan April 2026. Lotem, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Israel untuk Kenya, ditunjuk menyusul pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland pada Desember 2025 – langkah yang membuat Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui wilayah memisahkan diri tersebut sebagai entitas merdeka.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, PM Jepang Keluarkan Instruksi Darurat, Waspada Ancaman Regional

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan pendukung teguh kedaulatan Somalia, konsisten menolak segala bentuk pengakuan sepihak yang dapat mengganggu stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Sikap ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menghormati integritas teritorial negara-negara sahabat dan menolak preseden berbahaya yang melanggar Piagam PBB serta hukum internasional.

Latar Belakang Kontroversi Somaliland

Somaliland menyatakan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991, namun hingga kini belum diakui secara luas oleh komunitas internasional. Wilayah ini memiliki pemerintahan sendiri, mata uang, paspor, serta pemilu demokratis, tetapi secara hukum internasional masih dianggap bagian dari Somalia.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland menuai reaksi keras dari Somalia dan negara-negara Arab serta Islam lainnya. Banyak pihak khawatir langkah ini dapat membuka pintu bagi pengaruh militer asing di wilayah strategis dekat Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi jalur perdagangan vital dunia.

Reaksi di media sosial pun terbelah. Pendukung Somaliland menyambut positif langkah Israel dan menyebut pernyataan bersama hanya "kertas tak berguna", sementara pihak yang mendukung kesatuan Somalia menegaskan bahwa hanya pemerintah federal di Mogadishu yang berhak mewakili seluruh wilayah Somalia.

Baca Juga: Fosil Karang Purba 15 Juta Tahun Ditemukan di Sungai Oya Bawah Jembatan Handayani Gunungkidul Yogyakarta

Sikap Indonesia dan Implikasinya

Partisipasi Indonesia dalam pernyataan bersama ini memperkuat posisi negara di forum internasional, khususnya di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan kelompok negara-negara berkembang. Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya turut menjadi sorotan ketika isu global seperti ini dibahas, mengingat masyarakat Indonesia secara luas mendukung perjuangan Palestina dan menolak ekspansi pengaruh yang dianggap merugikan negara Muslim.

Pemerintah Indonesia diharapkan terus memantau perkembangan di Horn of Africa guna menjaga kepentingan nasional, termasuk keamanan jalur maritim dan stabilitas regional yang berdampak pada harga komoditas global.

Baca Juga: Tragis, 191 Orang Tewas dan 911 Luka dalam Kecelakaan Lalu Lintas Saat Festival Songkran 2026 di Thailand, Bangkok Paling Parah

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari pihak Israel maupun Somaliland terhadap pernyataan bersama tersebut.

Berita ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan sumber berita internasional terkini. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel Somaliland #Michael Lotem #pernyataan bersama #Indonesia Arab Saudi Mesir #pelanggaran kedaulatan Somalia