Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dugaan Kluster Kanker Stadium 4 di Departemen Radiologi PPUM Malaysia, Delapan Staf Terpapar Radiasi PET-CT? Kepala Departemen Diduga Bungkam Keluhan Keselamatan Kerja

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 19 April 2026 | 11:29 WIB
Ilustrasi seseorang terkena radiasi lama sehingga menyebabkan dirinya menderita kanker stadium 4. (AI Image Generator)
Ilustrasi seseorang terkena radiasi lama sehingga menyebabkan dirinya menderita kanker stadium 4. (AI Image Generator)

KUALA LUMPUR – Viral di media sosial X (Twitter), dugaan munculnya kluster kanker di Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM) atau Universiti Malaya Medical Centre (UMMC) Malaysia menghebohkan publik. Sebanyak 8 staf departemen radiologi dilaporkan mengidap kanker stadium 4 dan gangguan tiroid secara bersamaan, diduga akibat kebocoran radiasi dari mesin PET-CT.

Kabar ini pertama kali diangkat oleh Parti Sosialis Malaysia (PSM) Cawangan Petaling Jaya melalui akun

@PSMPetalingJaya, kemudian menyebar luas lewat utas @direktoridosen yang sudah ditonton lebih dari 595 ribu kali hingga Minggu (19/4/2026). Netizen Indonesia dan Malaysia ramai menuntut investigasi independen oleh Menteri Kesehatan Malaysia serta pemecatan Kepala Departemen (HOD) yang diduga memarahi staf yang berani bersuara.

Menurut laporan yang beredar, tiga staf mengidap kanker stadium 4 (termasuk kasus recurrent Hodgkin Lymphoma), sementara empat hingga lima lainnya mengalami gangguan tiroid serius. Semua korban bekerja di lantai yang sama di unit radiologi, tak lama setelah instalasi mesin PET-CT beberapa tahun lalu. Seorang mantan juru X-ray bernama Nur Fauzia Abdul Razak (35 tahun) bahkan mengaku telah menjalani lebih dari 20 siklus kemoterapi sejak didiagnosis Maret 2023.

Baca Juga: Indonesia Ikut Kecam Keras Israel Angkat Dubes untuk Somaliland, Disebut Langgar Kedaulatan Somalia

Staf yang bersuara mengklaim ada pelanggaran SOP keselamatan radiasi, termasuk budaya diam dan upaya membungkam keluhan. Himpunan Mahasiswa Universiti Malaya (KMUM) dan University of Malaya Association of New Youth (Umany) juga mendesak transparansi penuh serta investigasi independen yang bebas dari pengaruh internal universitas.

Respon Resmi PPUM dan Universiti Malaya: Tidak Ada Kebocoran Radiasi

Pihak Universiti Malaya (UM) dan PPUM langsung membantah tudingan tersebut. Dalam pernyataan resmi pada Jumat (17/4/2026), manajemen menegaskan bahwa operasional mesin PET-CT dilakukan sesuai standar keselamatan ketat. Semua pekerja radiasi wajib memakai personal dosimeter untuk memantau paparan radiasi.

“Catatan resmi menunjukkan tingkat paparan radiasi staf jauh di bawah batas dosis yang ditetapkan peraturan. Klaim ini tidak benar,” tegas pernyataan UM. Keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan staf serta pasien tetap menjadi prioritas utama.

UMMC juga menjamin bahwa pemantauan paparan radiasi dilakukan secara berkala dan sesuai regulasi nasional Malaysia. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan kasus kesehatan staf dengan mesin PET-CT.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, PM Jepang Keluarkan Instruksi Darurat, Waspada Ancaman Regional

Reaksi Publik dan Tuntutan Investigasi

Utas di X memicu perdebatan sengit. Banyak netizen Indonesia membandingkan dengan isu keselamatan kerja di rumah sakit lokal, sementara warganet Malaysia menuntut Menteri Kesehatan segera turun tangan. Beberapa komentar menyebut “sama saja dengan negara tetangga” soal dugaan upaya pembungkaman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi jumlah pasti korban (apakah 7 atau 8 orang). Pihak berwenang Malaysia diminta segera membentuk tim investigasi independen untuk mengklarifikasi dugaan kebocoran radiasi dan memastikan tidak ada pelanggaran SOP.

Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuntut AS Cabut Blokade Pelabuhan, Harga Minyak Global Terancam Melonjak

Bagi masyarakat yang sering berobat ke Malaysia, khususnya layanan radiologi dan pencitraan, disarankan tetap waspada dan menanyakan protokol keselamatan radiasi. Paparan radiasi ionisasi dalam jangka panjang memang berisiko, meski mesin medis modern dirancang dengan standar tinggi.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan keselamatan kerja di fasilitas kesehatan, terutama yang menggunakan peralatan berbasis radiasi. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kanker radiologi #kebocoran radiasi PET-CT #UMMC cancer cluster #keselamatan kerja rumah sakit #berita Malaysia terkini