Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata Terbesar dalam Dekade, Kapal Perang, Rudal, hingga Jet Tempur Siap Dijual ke Filipina dan Polandia

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 21 April 2026 | 15:17 WIB
Tokyo mencabut sebagian besar pembatasan penjualan senjata ke luar negeri, membuka peluang ekspor kapal perang, rudal, kapal selam, jet tempur, dan berbagai senjata mematikan lainnya.
Tokyo mencabut sebagian besar pembatasan penjualan senjata ke luar negeri, membuka peluang ekspor kapal perang, rudal, kapal selam, jet tempur, dan berbagai senjata mematikan lainnya.

Yogyakarta, 21 April 2026 – Pemerintah Jepang resmi mengumumkan perubahan aturan ekspor pertahanan paling besar dalam puluhan tahun.

Mulai hari ini, Tokyo mencabut sebagian besar pembatasan penjualan senjata ke luar negeri, membuka peluang ekspor kapal perang, rudal, kapal selam, jet tempur, dan berbagai senjata mematikan lainnya.

Keputusan ini disetujui oleh pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan langsung menghapus lima kategori ekspor yang selama ini membatasi penjualan militer Jepang hanya pada peralatan non-mematikan seperti peralatan penyelamatan, transportasi, peringatan, pengawasan, dan penyapu ranjau.

Kini, setiap proposal penjualan akan dievaluasi secara kasus per kasus oleh para menteri dan pejabat terkait.

Baca Juga: Fadly Alberto Hengga Minta Maaf Soal Tendangan Kung Fu di EPA Semarang, Dicoret dari Timnas U-19 AFF 2026

Meski demikian, Jepang tetap mempertahankan tiga prinsip utama: skrining ketat, pengendalian transfer ke negara ketiga, serta larangan penjualan ke negara yang sedang terlibat konflik.

Pengecualian hanya boleh dilakukan jika dianggap penting untuk kepentingan keamanan nasional Jepang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Tokyo menjauh dari kebijakan pasifisme pasca-Perang Dunia II.

Selama ini, industri pertahanan Jepang seperti Mitsubishi Heavy Industries hanya mengandalkan pesanan kecil dari Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) sendiri.

Baca Juga: Ikan Sapu-Sapu di Sungai Progo Yogyakarta yang Selama Ini Dibenci Ternyata Bisa Jadi Pupuk Organik Cair Super Ampuh, Kaya Triptofan dan IAA, Begini Resep Fermentasinya

Dengan ekspor kini dibuka lebar, Jepang berharap bisa meningkatkan volume produksi, menekan biaya per unit, serta memperkuat basis industri pertahanan yang bisa dimanfaatkan saat krisis militer.

Perubahan ini juga datang di tengah meningkatnya permintaan global.

Perang di Ukraina dan Timur Tengah telah membebani pasokan senjata Amerika Serikat, sehingga sekutu AS di Eropa dan Asia mulai mencari pemasok alternatif.

Ketidakpastian komitmen keamanan Washington di bawah Presiden Donald Trump semakin mendorong diversifikasi ini.

Baca Juga: Heboh, Nelayan Natuna dan Anambas Temukan Puing Pesawat China Mengapung di Laut, Video Viral Tunjukkan Bendera Merah dan Bekas Terbakar

Negara-negara dari Polandia hingga Filipina sudah mulai menjajaki peluang pengadaan.

Salah satu kesepakatan pertama yang mungkin segera terealisasi adalah ekspor kapal perang bekas ke Manila, menurut dua sumber yang dikutip Reuters.

Jepang sendiri sedang gencar meningkatkan anggaran pertahanan hingga mencapai 2 persen dari PDB.

Pemerintahan Takaichi juga akan mengumumkan kenaikan lebih lanjut dalam strategi keamanan nasional baru tahun ini.

Baca Juga: Google Gemini Resmi Hadir di Chrome Indonesia, Bisa Ringkas Halaman Web, Edit Foto Pakai AI, dan Buka Gmail dan Maps Tanpa Ganti Tab, Mulai April 2026

Negara itu juga tengah mengembangkan jet tempur generasi mendatang bersama Inggris dan Italia yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2030-an.

Perubahan kebijakan Jepang ini menjadi perhatian serius bagi Indonesia sebagai mitra strategis Tokyo.

Di tengah ketegangan Laut China Selatan dan Laut China Timur, langkah Jepang ini bisa memperkuat kerja sama pertahanan Indo-Pasifik, termasuk dengan negara-negara ASEAN.

Indonesia yang tengah memodernisasi alutsista TNI berpotensi mendapat akses teknologi pertahanan Jepang yang selama ini terbatas.

Baca Juga: El Niño 2026 Mulai Mei, Puncak September 2026, Prof Erma Yulihastin Prediksi Kekeringan hingga 140 Hari Tanpa Hujan di Beberapa Daerah Indonesia, Termasuk Potensi Jogja

(Sumber: Reuters, via utas resmi @Reuters)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Jepang ekspor senjata #perubahan aturan #pertahanan Jepang #kapal perang Jepang #Senjata jepang