Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada, Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Meninggal, Kemungkinan Penularan Antar Manusia

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:40 WIB
Wabah hantavirus terjadi di sebuah kapal.
Wabah hantavirus terjadi di sebuah kapal.

 Cape Verde – Kasus langka wabah Hantavirus menggemparkan dunia internasional setelah mewabah di kapal pesiar MV Hondius. Hingga kini, setidaknya tiga penumpang meninggal dunia dan tujuh orang terkonfirmasi atau diduga terinfeksi, termasuk kemungkinan penularan dari manusia ke manusia yang jarang terjadi.

Kapal MV Hondius milik Oceanwide Expeditions berbendera Belanda itu berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 untuk ekspedisi melintasi Samudra Atlantik menuju Kepulauan Canary. Kini kapal tersebut dikarantina di lepas pantai Cape Verde, Afrika Barat, dengan 149 orang di dalamnya dari 23 negara.

Menurut peta kronologi yang beredar luas di media sosial dan dilaporkan BBC, berikut rangkaian kejadiannya:

Baca Juga: Pesawat Tanker KC-135R AS Keluarkan Sinyal Darurat di Selat Hormuz, Squawk 7700 dan Hilang dari Radar Saat GPS Jamming Hebat

1 April 2026: MV Hondius meninggalkan Ushuaia, Argentina.

11 April: Penumpang pertama meninggal di kapal.

24 April: Istri penumpang yang meninggal pertama dievakuasi dari St. Helena ke Johannesburg.

26 April: Istri tersebut meninggal di Johannesburg (terkonfirmasi positif Hantavirus).

27 April: Penumpang pria kedua dievakuasi ke rumah sakit.

2 Mei: Penumpang lain meninggal di kapal.

3 Mei: Kapal tiba di Cape Verde dan langsung dikarantina.  

Baca Juga: Hadirkan Exclusive Dinner Francophonie, Jelajahi Rasa Madagaskar, Mali, dan Prancis di Jogja

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dua kasus telah terkonfirmasi positif Hantavirus, sementara lima kasus lainnya masih diduga. Dua awak kapal juga dilaporkan menunjukkan gejala pernapasan.

Hantavirus biasanya ditularkan melalui kotoran tikus dan hewan pengerat. Virus ini dapat menyebabkan sindrom pernapasan yang parah dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, gangguan pencernaan, hingga pneumonia dan gagal napas akut. Tingkat kematiannya bisa tinggi jika tidak ditangani cepat.

Yang membuat kasus ini unik adalah kemungkinan penularan antar manusia di lingkungan tertutup kapal, meski WHO menekankan hal ini sangat jarang dan hanya terjadi pada kontak dekat.

Kapal sedang menjalani desinfeksi menyeluruh dan protokol karantina ketat.

Tim medis dari Cape Verde dibantu WHO telah naik ke kapal.

Beberapa penumpang dievakuasi untuk perawatan di Afrika Selatan.

Baca Juga: Gelar Creative Workshop “Think Creative” di UII, JNE Bagi Rahasia Bikin Konten Juara di Creative Workshop 2026

Operator kapal Oceanwide Expeditions terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan internasional.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan penyebaran ke daratan. Pihak berwenang menekankan tidak perlu panik berlebih, namun tetap waspada terhadap gejala serupa bagi mereka yang baru bepergian.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan risiko kesehatan di perjalanan laut jarak jauh, terutama di kawasan dengan potensi zoonosis seperti Amerika Selatan. (red) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Hantavirus #MV Hondius #Wabah Kapal Pesiar #Cape Verde #penyakit menular