Prancis – Gelombang panas yang melanda Eropa kembali menjadi momok bagi penumpang kereta api.
Kali ini, ratusan penumpang kereta TGV InOui rute Paris-Nice harus merasakan "neraka" di dalam gerbong saat kereta mereka mogok total di tengah rel dekat Civrieux-d'Azergues, utara Lyon, Senin (25/5/2026).
Menurut laporan France Télévisions yang viral di X (Twitter), penumpang terjebak hampir 4 jam di bawah terik matahari tanpa pendingin udara (AC).
Suhu di dalam gerbong naik drastis karena tidak ada listrik, memaksa awak kereta akhirnya membuka pintu dan mengizinkan penumpang turun ke samping rel untuk bernapas lega.
Video yang beredar menunjukkan puluhan penumpang berdiri di pinggir rel, sebagian duduk di rerumputan sambil mencari keteduhan.
Beberapa penumpang warga Prancis mengaku sesak napas dan kegerahan.
Petugas pemadam kebakaran dan kru SNCF (perusahaan kereta Prancis) turun tangan membagikan air mineral sebagai pertolongan pertama.
Penyebab utamanya adalah kabel catenary (kabel listrik di atas rel) yang robek atau putus.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tradisi, Pakar UGM Sebut Rutin Minum Jamu Ampuh Cegah Diabetes hingga Kanker
Akibatnya, suplai listrik ke kereta terputus total.
Tanpa listrik, sistem AC modern TGV pun tidak berfungsi.
Kondisi ini kerap terjadi di Prancis saat suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, karena infrastruktur yang sensitif terhadap perubahan cuaca.
Kereta akhirnya ditarik menggunakan lokomotif diesel dan tiba di tujuan dengan keterlambatan hampir 7 jam.
Baca Juga: Ramadhipa Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona
Tidak ada korban jiwa atau cedera serius, namun banyak penumpang yang trauma dan kecewa dengan layanan SNCF.
Insiden ini langsung menuai kritik tajam di media sosial.
Banyak yang menyebut ini sebagai bukti "degradasi" layanan publik Prancis.
"Di negara maju kok masih sering mogok kalau cuaca ekstrem," komentar sebagian netizen.
Kasus serupa sering terulang, baik saat musim panas maupun musim dingin. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin