TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas.
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan serangan defensif terhadap target-target di Iran selatan, termasuk di sekitar Bandar Abbas, sebuah pelabuhan strategis di Selat Hormuz.
Serangan ini terjadi meski ada gencatan senjata rapuh sejak April 2026.
Menurut laporan jurnalis Nick Sortor yang beredar luas di platform X, militer AS menargetkan situs rudal dan stasiun kontrol drone yang dianggap mengancam pasukan AS serta lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bupati Hamenang Serahkan Hewan Kurban, Ajak Masyarakat Teladani Semangat Berbagi
Beberapa drone Iran juga berhasil ditembak jatuh di area Selat Hormuz.
Central Command (CENTCOM) AS menyatakan serangan ini bersifat self-defense untuk melindungi pasukan dan kepentingan Amerika dari ancaman IRGC (Korps Pengawal Revolusi Islam Iran).
"Kami terus mempertahankan pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata berlangsung," kata juru bicara CENTCOM.
Iran langsung mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan mengancam akan melakukan balasan.
Baca Juga: Bahasa Gen Z untuk Edukasi Safety Riding
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa dari pihak AS.
Namun, ledakan dilaporkan terdengar di Bandar Abbas dan sekitarnya.
Sementara itu, diplomasi masih berjalan.
Pembicaraan damai antara AS dan Iran dilaporkan terus berlangsung di Qatar, meski situasi di lapangan tetap tegang.
Baca Juga: Benda Asing Mirip UFO Terdampar di Madura Hebohkan Jagat Maya, Netizen Bongkar!
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menekankan pentingnya kesepakatan yang lebih kuat, termasuk melibatkan lebih banyak negara Teluk dalam Abraham Accords.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Setiap ketegangan di kawasan ini biasanya langsung memicu kenaikan harga minyak global.
Peristiwa terbaru ini dikhawatirkan akan memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia sebagai negara importir minyak. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber