Washington DC – Dalam langkah bersejarah yang jarang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat pada Rabu, 3 Juni 2026, secara resmi mengesahkan War Powers Resolution dengan suara 215-208.
Resolusi ini meminta Presiden Donald Trump segera mengakhiri operasi militer terhadap Iran atau meminta persetujuan Kongres terlebih dahulu.
Empat anggota Partai Republik bergabung dengan seluruh anggota Partai Demokrat mendukung resolusi tersebut, menandakan adanya pembelahan bipartisan di tengah perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Kurs Rupiah 4 Juni 2026: Dolar AS Sentuh Rp18.035, Diprediksi Masih Akan Melemah
Empat Republik yang Mendukung:
Rep. Thomas Massie
Rep. Brian Fitzpatrick
Rep. Tom Barrett
Rep. Warren Davidson
Resolusi ini merupakan upaya keempat kalinya di DPR tahun ini dan berhasil lolos untuk pertama kalinya.
Senat sebelumnya juga telah memajukan versi serupa dengan suara 50-47 pada bulan Mei 2026.
Presiden Trump telah menyatakan akan veto resolusi ini segera setelah diterima.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rekor Terendah Rp18.028 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Namun, Kongres masih memiliki peluang mengesampingkan veto tersebut jika mendapatkan dukungan dua pertiga (2/3) suara di kedua kamar.
Meski bersifat simbolis karena kemungkinan besar akan diveto, resolusi ini mencerminkan keprihatinan publik Amerika yang semakin besar terhadap kelanjutan perang dengan Iran yang telah menimbulkan dampak ekonomi signifikan, termasuk kenaikan harga minyak global dan gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Konflik militer antara AS-Israel melawan Iran dimulai sejak akhir Februari 2026 melalui Operasi Epic Fury, yang menargetkan situs nuklir dan fasilitas militer Iran.
Hingga kini, konflik tersebut telah menelan biaya ratusan miliar dolar dan korban jiwa di pihak AS.
"House and Senate FINALLY speak for the American people," tulis pengamat Ryan Rozbiani di platform X, menyoroti pentingnya langkah Kongres ini.
Bagi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, berakhirnya konflik ini diharapkan dapat menstabilkan harga energi dunia dan mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Editor : Iwa Ikhwanudin